Mengejutkan, Pengantin Pria Talak Cerai Istri Usai Ijab Kabul Balik Rujuk, Happy Ending


Prosres pernikahan yang viral di media sosial setelah pengantin pria menjatuhkan talak kepada istrinya usai ijab kabul berakhir damai.
Antara pihak suami bernama Ikra (24) dan istri, Haryati (22) sepakat untuk melakukan rujuk hingga proses pernikahan dapat dilanjutkan dengan menandatangani akta nikah.
Kabar mengejutkan ini dibenarkan Kepalaa Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Empang, Abdul Wahid Rabu (8/7/2021) tadi siang.
“Sebelum penandatatangan akta nikah, keduanya diminta untuk rujuk kembali secara agama. Karena kata talak oleh suami, tetap berlaku secara hukum agama,” katanya
Diketahui keduanya sudah bisa dibilang sebagai suami istri, namun secara negara belum. Karena harus tercatat dalam dokumen pernikahan.
Saat keduanya rujuk dan akta nikah ditandatangani sang suami, pemerintah desa dan aparat kepolisian pun turut mendampingi.
Dengan rampungnya proses tersebut, maka keduanya sah sebagai pasangan suami istri, baik secara agama maupun secara hukum kenegaraan.
”Yang ditanda tangan tadi hanya akta nikah. Kalau berkas-berkas yang lain sudah. Tadi hadir kedua mempelai, kemudian keluarga dan hadi juga Kepala Desa Kalampa, perwakilan dari Polsek Empang,” kata Abdul Wahid.
Penikahan antara Ikra dan Haryati sebelumnya viral di media sosial karena sang suami langsung menjatuhkan talak kepada wanita yang baru saja sah sebagai istrinya.
Keluarga perempuan pun tidak terima dengan perlakuan Ikra. Hingga mengejarnya. Kondisi ini membuat baku hantam antara kedua keluarga pun tidak terhindarkan.
Polisi pun kemudian turun tangan untuk menenganih masalah ini. Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Empang AKP Sarjan.
Menurutnya pihak kepolisian telah melakukan mediasi. Hasilnya masalah diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan proses penandatanganan akta nikah pun sepakat untuk dilanjutkan.
Akta nikah pun ditandatangani di kantor KUA. Hadir juga kepala Desa Kalampa dan pihak keluarga kedua belah pihak.
Talak cerai istri usai ijab kabul
Rekor pernikahan tersingkat sebelumnya pecah terjadi usai suami lansung menjatuhkan talak pada istrinya usai ijab kabul di Bima, Nusa Tenggara Barat.
Entah apa yang membuat Ikra sang suami saat itu menjatuhkan talak cerai pada istrinya.
Kontan saja keluarga mempelai wanita pun tidak terima hingga terjadi baku hantam di lokasi Kantor Urusan Agama (KUA).
Berdasarkan video yang beredar berdurasi 1 menit 46 detik itu pertama bagikan akun facebook Delian Lubis.
Video tersebut mempertontonkan kedua pengantin sedang melaksanakan akad nikah. Video tersebut telah dibagikan sebanyak 2,2 ribu kali oleh pengguna Facebook hingga Selasa (6/7/2021).
Dalam video tersebut, semula akad ikah itu terlihat berjalan lancar.
Kedua pengantin bangun dari kursi pelaminan dan mendatangi meja pihak Kantor Urusan Agama (KUA).
Saat berjalan, pengantin pria memegang tangan pengantin wanita. Ia juga mempersiapkan kursi untuk sang istri.
Setelah duduk, pihak KUA sempat bertanya kepada pengantin wanita soal mahar.
“Minta atau tidak,” kata Kepala KUA.
“Tidak,” jawab pengantin wanita.
Pihak KUA kembali meyakinkan dengan mengulangi pertanyaan. “Tidak atau minta,” tanyanya lagi.
Pengantin wanita kembali menegaskan jawabannya. “Tidak,” ujarnya.
Selanjutnya, pengantin pria melakukan ijab kabul dengan wali pengantin perempuan. Setelah itu, pihak KUA meminta si lelaki menandatangani sebuah surat.
Kemudian, pengantin pria bangun dari kursi tempat duduknya. Ia mengambil pengeras suara dan langsung mengumumkan kata talaknya.
“Sanai ake mada ma talak la Yati (Hari ini saya talak Yati, red),” ucap pengantin pria dalam Bahasa Bima.
Sontak, pria yang diduduk di depan pengantin pria emosi. Pria yang mengenakan batik corak bunga dan masker biru berusaha menyerang si lelaki.
Situasi pun ricuh. Pengantin pria terlibat keributan dengan keluarga pengantin wanita.
Sementara, Yati terlihat menangis melihat ulah suaminya, yang baru menikahinya.
Belum diketahui lokasi kejadian tersebut. Namun ada beberapa netizen yang menyebutkan kejadaian tersebut di Sumbawa.
Sementara, pengantian pria disebut-sebut berasal dari Desa Kalampa, Kecamatan Woha.
“Dou kalampa ta (Orang Kalampa, red),” tulis akun facebook Harda Aqila menggunakan Bahasa Bima di kolom komentar.