Kasih Sayang Ibu Maida, Rela Cari Nafkah Sebagai Tukang Bersih Kebun, Demi Merawat Anaknya yang Memiliki Keterbatasan Fisik

Setelah anaknya mengalami kecelakaan dan mempunyai keterbatasan fisik, Ibu Maida yang bekerja menjadi buruh pembersih kebun kini harus berjuang lebih keras untuk kelangsungan hidupnya.

Ibu Maida yang berusia 63 tahun ini mempunyai 7 anak, namun 3 anak lainnya sudah berkeluarga dan 3 lainnya bekerja merantau. Kini ia hanya tinggal bersama anaknya yaitu Akhir, di rumah yang sudah lusuh, reot, bahkan atap dan dindingnya berlobang-lobang.

Setelah suaminya meninggal dunia 6 tahun lalu, Ibu Maida bekerja membersihkan kebun orang lain dengan upah seadanya untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, Ibu Maida juga bekerja hanya jika ada panggilan dari orang kampung sekitar saja, kadang 1 bulan hanya bekerja selama 4 kali.

Jika bekerja, upah yang didapat Ibu Maida hanya 40.000 saja. Itupun Ibu Maida sudah bekerja dari jam pagi hingga sore hari.
Jika tidak ada panggilan kerja dari orang lain untuk membersihkan kebun, Ibu Maida mencari pakis di semak-semak supaya ia dan Akhir bisa makan. Atau terkadang mereka terpaksa makan hanya berkuah air garam bahkan seringkali mereka menahan lapar.

Ketika sedang bekerja pun Ibu Maida harus mengetahui kondisi Akhir terlebih dahulu yang kini mengalami keterbatasan fisik dimana untuk makan, hingga buang air besar dan kecil pun ia tidak bisa sendiri.

Akhir yang berusia 26 tahun ini sebelumnya sudah bekerja sebagai seorang buruh pemasang kabel. Namun ia harus menerima kenyataan hidup yaitu disaat dua tangan dan dua kakinya diamputasi akibat kecelakaan kerja pada dua tahun lalu.

Akhir tersengat arus listrik bertegangan tinggi di Solol tempatnya dulu bekerja. Selain tidak mempunyai tangan dan kaki, saat ini Akhir juga mengalami sakit mata (katarak) dan tidak bisa melihat. Maka Akhir tidak bisa apa-apa, bahkan kebutuhan sehari-harinya seperti makan,mandi dan aktivitas lainnya harus dibantu oleh Ibu Maida.

Meski kini mempunyai keterbatasan fisik, namun Akhir masih tetap bersyukur atas kehidupannya saat ini.