Bongkar Penyesalan Terdalam Amanda Manopo, Poppy Amalya: Baik Banget Hatinya

Poppy Amalya yang merupakan psikolog sekaligus pakar mikro ekspresi, baru-baru ini membongkar apa yang sedang dirasakan oleh Amanda Manopo.

Hal tersebut Poppy Amalya ungkap berkaitan dengan Amanda Manopo yang baru saja ditinggal wafat oleh ibunda tercinta.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, ibunda dari Amanda Manopo wafat pada 25 Juli 2021 lalu.

Terlihat dari video yang dianalisis oleh Poppy Amalya tersebut, Amanda Manopo mengatakan bahwa jika saja bisa digantikan, maka dia memilih untuk menggantikan posisi ibunda tercinta.

“Amanda sosok orang yang dibandingkan orang lain, mendingan dirinya,” kata Poppy Amalya seperti yang dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari kanal YouTube Poppy Amalya yang diunggah 26 Agustus 2021.

Bahkan Poppy Amalya menyimpulkan, apa yang dikatakan oleh Amanda Manopo tersebut merupakan cerminan kebaikan hati.

Khususnya kebaikan hati Amanda Manopo sebagai seorang anak yang sangat sayang kepada ibundanya.

“Baik banget hatinya,” ujar Poppy Amalya.

Kemudian terlihat dalam video yang dianalisis tersebut, Amanda Manopo tiba-tiba saja menundukan kepalanya.

Hal tersebut dilakukan Amanda Manopo ketika menceritakan ibunya yang terpapar Covid-19.

“Amanda nunduk, pada saat berbicara ibunya yang terkena Covid,” tutur Amanda Manopo.

Poppy Amalya menjelaskan, gestur yang Amanda Manopo tunjukkan memiliki arti adanya pengalaman emosional dan kesedihan yang mendalam.

Pengalaman emosional dan kesedihan mendalam tersebut benar-benar dirasakan Amanda Manopo saat ditinggal wafat oleh ibunda tercinta.

“Dia nunduk banget. Pengalaman emosional, kesedihan, Amanda merasa kesedihan begitu mendalam pada saat bundanya dinyatakan meninggal karena Covid,” ungkap Poppy Amalya.

Selain itu, Poppy Amalya juga menganalisis Amanda Manopo yang tengah mengalami keterpurukan karena hal tersebut.
“Pada saat dia berbicara terpuruk di situ, itu terlihat banget mulutnya turun, itu karena sedih ya,” jelas Poppy Amalya.

Singkatnya, mimik Amanda Manopo ketika menceritakan hal tersebut merupakan suatu ungkapan penyesalan.

“Kesedihan banget pada saat bicara hal ini. Ini adalah hal yang disesali,” pungkasnya