Viral Kakek Keliling Jual Tanaman Kelor Rp10 Ribu, Netizen Ini Minta Tolong Dilariskan

Adalah Kakek Herman, seorang penjual tanaman kelor di daerah Cibinong. Sehari-harinya, ia mencari nafkah dengan berkeliling mengendarai motornya menawarkan tanaman kelor. Tanaman tersebut merupakan hasil bibit yang ditanamnya sendiri.

Perjuangan Kakek Herman berjualan tanaman kelor membuat seorang pembeli bernama Annisya (@synisya) terharu. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Kakek Herman masih harus keliling mencari rezeki.
Diceritakan Annisya, Kakek Herman ngebibit tanaman kelor di halaman rumahnya. Hasilnya kemudian ia jual ke orang-orang seharga Rp10 ribu.

“Beliau ngebibit di halaman rumah nya yg tidak seberapa. Usia nya yg sudah tidak lagi muda. Tapi tetap seumangat berjualan demi kecukupan nafkah untuk keluarga nya,” tulis Annisya pada captionnya.

Namun, karena kondisi tak memungkinkan, Annisya tidak bisa bertanya lebih soal kehidupan Kakek Herman. Annisya hanya sempat meminta izin memotret Kakek Herman bersama tanaman kelornya untuk dipromosikan.

Dalam foto tersebut, Kakek Herman tampak membawa sejumlah tanaman kelor dengan keranjang. Kakek itu juga terlihat membawa catatan tentang manfaat daun kelor.
Dia mengajak netizen untuk membeli tanaman kelor Kakek Herman jika bertemu. Selain harganya tidak mahal, daun kelor juga banyak manfaatnya.

“Aku mau ngajak temen temen untuk ber empati. Aku tetap mau bantu jual tanaman kelor Kakek Herman. Karena sekarang lagi happening banget adopsi tanaman hias dgn harga fantastis. Aku mau nawarin tanaman kelor yg banyak khasiatnya dgn harga terjangkau sambil beramal,” lanjut Annisya.

Annisya juga menawarkan untuk membantu mengirim tanaman daun kelor tersebut melalui gosend atau kurir jika ada pembeli yang berasal dari luar kota. Annisya menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengambil untung, ia hanya ingin membantu usaha Kakek Herman.

“Buat temen temen yg daerah nya belum terjangkau, inshaallah aku usahain bisa kirim via paket gosend? jne? dan semacam nya (ongkir tidak di tanggung). Disini aku ga ada ambil untung sama sekali, aku cuma mau ajak temen temen ber empati atau “yuk sama sama kita bantu usaha Kakek Herman,” lanjut Annisya.