UKI eks NOAH: Gue Ga suka naik Pesawat ada Musiknya, Terganggu Gue

207 views

Mantan gitaris band Noah, Uki belum lama ini bikin heboh ketika menyebut musik sebagai pintu maksiat. Tak berselang lama, Uki kembali menegaskan sikapnya yang menolak kehadiran musik dalam hidupnya.

Pemilik nama lengkap Mohammad Kautsar Hikmat itu mengaku terganggu setiap kali mendengarkan musik di sejumlah tempat seperti mal dan pesawat. Pria 39 tahun itu mengakui, dirinya sejak dulu sudah mendengar bahkan memproduksi musik. Namun, sejak memutuskan hijrah dan mendalami ilmu agama, Uki kini kesal setiap kali mendengar musik.

“Malah yang ana (saya) rasakan malah mengganggu. Setelah dengar musik, ada ayat yang hilang, merasa seperti itu. Karena kan kita tuh dari dulu sudah dengar musik. Dulu kan saya di band sudah banyak musik di kepala. Jadi ketika kita di mal, di pesawat, ada dengar lagi tuh kayak keganggu gitu. Tiba-tiba pasti ada saja gitu yang nempel, kesal di hati. Itu butuh waktu sekitar semingguan untuk hilang lagi,” kata Uki saat berbincang di Youtube Ustaz Syafiq Riza Basalamah.

Pada akhir 1990an, Uki turut mendirikan band Peterpan yang kini berganti nama menjadi Noah. Dia keluar dari Noah pada 2019. Setelah banyak berkecimpung di dunia dakwah, Uki kini menganggap musik seperti racun yang sulit dihilangkan dalam tubuh.

“Jadi dia kayak racun yang nempel, agak lama. Apalagi dari dulu kita sudah biasa dengar. Jadi mengganggu sih memang terdengarnya,” ucapnya.

Sebelumnya, Uki menyebut jika musik merupakan pintu dari kemaksiatan. Dia menyebut profesi musisi bukan pekerjaan yang halal. Karena itu, Uki mengisyaratkan penyesalannya pernah menjadi musisi.

“Karena bagi saya, saya enggak bisa membanggakan. Ya Allah, saya dulu menciptakan banyak fans, banyak lagu, di hadapan Allah pada akhirnya itu enggak bisa meningkatkan derajat saya,” kata Uki saat berbincang di YouTube Belajar Sunnah.

Ucapan Uki mendapat banyak tanggapan. Salah satunya Rhoma Irama. Sang Raja Dangdut menolak anggapan Uki dengan menyebut musik bisa juga digunakan untuk berdakwah dan menyiarkan kebaikan.

“Dulu zaman Nabi Muhammad SAW enggak ada televisi. Begitu ada TV, media ini digunakan untuk dakwah. Begitu juga musik. Ketika musik ini bisa membawa kita kembali pada Allah. Contohnya, kalau manusia di belakang senjata orang beriman, dia enggak akan nembak sembarangan. Begitu juga gitar, pisau, tergantung siapa yang megang gitarnya,” jelas Rhoma Irama.

Sumber: medcom.id