VIRAL Kisah Perempuan 18 Tahun Hafal 30 Juz Al-Qur’an, Berawal dari Keinginan Mendiang Ayahnya

Viral cuitan di media sosial Twitter, sosok perempuan yang berhasil menghafal 30 Juz Al-Qur’an.
Ia bernama Khairunnisa Mukinin atau disapa Isa.
Melalui cuitannya, @tokopedisa, ia mengunggah dua fotonya dengan memakai slempang.

Foto pertama, diambil pada tahun 2018. Sedangkan foto kedua, dipotret di tahun 2020.
Biasanya, perempuan yang dapat menghafal 30 Juz Al-Qur’an diberi julukan Hafizah.
Perempuan 18 tahun ini bercerita, awal keinginan menghafal Al-Quran ini dari mendiang ayahnya yang sudah tiada.

“Sebenarnya, keinginan untuk menjadi hafizah itu keinginan Alm. ayah saya,” cerita Isa kepada Tribunnews, Kamis (4/2/2021).
“Saya tidak pernah menyangka akan menjadi hafizah, jika bukan karena keinginan kedua orang tua saya,” tambahnya.

Diketahui, Isa kini masih menduduki pendidikan SMA kelas 12 di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Bogor, Jawa Barat.
Dahulu, saat akan memasuki jenjang SMA, ia sempat tak mau melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren.

“Awalnya, saya menolak untuk menempuh pendidikan di pesantren.”

“Tapi, saya berpikir saat itu bukan hal yang buruk untuk melanjutkan pendidikan di pesantren, juga ini sebagai balas jasa kepada orang tua,” ujar Isa.
Pada Agustus tahun 2019 lalu, Isa memberikan hafalan terakhir Al-Qur’an nya.
Menurut cerita Isa, Ibundanya seketika menangis saat tahu Isa berhasil menghafal 30 Juz Al-Qur’an.

Berlatih Menghafal Setiap Harinya
Isa mulai menghafal Al-Quran secara bertahap dari awal masuk pesantren.
Sekolah pesantrennya ini memiliki sistem tahun pembelajaran selama 4 tahun.
Dimana, tahun pertama disebut sebagai I’daad ,yakni masa persiapan menuju kelas 10 SMA.
Setiap harinya, Isa menabung hafalan Al-Qur’an.

Di masa I’daad ini, pihak pesantren mengadakan 4x pertemuan setiap harinya, untuk melatih hafalan Al-Quran.

“Diusahakan setiap pertemuan itu menyetor hafalan, baik tabungan hafalan atau mengulang hafalan yang sudah pernah dihafalan sebelumnya, yang biasa disebut murojaah,” terang Isa.
Pada tahun itu, ia menghafal Al-Qur’an dengan target 8 Juz.

Syukur, Isa berhasil menghafal 15 Juz Al-Quran di tahun pertamanya itu.
“Alhamdulillah, saat i’daad hafalan saya mencapai target dengan hafalan 15 juz,” katanya.

Saat Isa kelas 10, pertemuan untuk memberi laporan hafalan menjadi 2 kali saja setiap harinya.
“Karena di kelas 10 sudah sekolah dan pelajaran seperti biasa, jadi total waktu untuk menyetorkan hafalan hanya 2x sehari.”

“Sehabis subuh dan setelah ashar,” jelas perempuan domisili Bogor ini.
Namun di luar pertemuan itu, ada kalanya setiap malam Isa menyiapkan hafalan Al-Qur’an untuk keesokan harinya.

“Ada waktu setelah Isya’ di pesantren, untuk tahfidz jama’i.”
“Tujuannya untuk menyiapkan hafalan untuk besok atau mengulang hafalan yang pernah dihafal sebelumnya,” ucapnya.

Menjadi Wisudawati Tahfidz 30 Juz Al-Qur’an
Pada pesantren Da’arul Qur’an ini, terdapat program tambahan setiap tahunnya, yaitu Wisuda Tahfidz Nasional.

Tak semua peserta didik dapat mengikuti program ini.
“Wisuda Tahfidz Nasional itu, berdasarkan rekomendasi dari guru, setelah itu ada ujiannya dengan metode MHQ atau sambung ayat secara acak,” kata Isa.
Pada tahun 2018 dan 2020, Isa berkesempatan ikut bergabung dalam program Wisuda Tahfidz Nasional itu.

Tahun 2018, ia berhasil lulus ujian dengan 15 Juz Al-Qur’an.
Sementara, tahun 2020, Isa bisa melewati ujiannya dengan hafalan 30 Juz Al-Qur’an.
“Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mengikutinya,” ucapnya dengan syukur.