Tangis Christin Natalia Pecah, Wanita Bercadar Bangga Miliki Ayah Kristen Seorang Pendeta

  • Christin Natalia menangis bahagia karena memiliki ayah seorang pendeta namun berbesar hati mendukung keputusannya untuk tetap memiliki keyakinannya tetap memeluk Islam hingga memakai niqab (cadar).
  • Sang ayah bernama Bondi Patoh merupakan seorang pendeta di daerah Timika, Papua Barat.
    “Christin sayang banget sama Dady. Cristin bangga sama Dady, bangga banget. Bisa punya orangtua hebat kayak Dady. Yang bisa terima Cristin dengan agama Christin,” kata Christin Natalia sambil menangis menceritakan kisahnya dalam kanal Youtube Cerita Untungs seperti yang dikutip Indozone, Selasa (22/6/2021).
    Dia mengatakan dalam percakapan virtual dengan Arie Untung, ternyata sedari lahir dirinya menganut agama Islam dari sang Ibu.
    “Dari saya belum lahir juga memang bapak saya sudah Kristen. Mama saya kan dulunya juga Kristen dan mualaf, jadi saya ikut mama agamanya dari saya lahir,” ungkap Christin.
    Christin bercerita sekaligus memberikan tanggapan akan berita yang beredar di media yang mengatakan jika ia adalah seorang muallaf, namun ternyata tidak.
    Ia mengatakan jika keluarga besar dari sang ibu adalah Muslim.
    “Keluarga mama saya itu sebenarnya sudah Islam. Dari kecil dia juga sudah Islam. Mama saya masuk Kristen juga karena nikah dengan ayah saya,” katanya.
    “Oma saya orang Manado, saya suku Manado. Oma saya kemarin itu yang muallaf, jadi anak-anaknya termasuk mama saya itu Islam,” sambungnya.
  • Christin juga mengungkapkan jika ternyata sejak kecil orang tuanya sudah bercerai dan ia pertama kali bertemu dengan sang ayah ketika ayahnya berkunjung ke kediamannya di Berau, Kalimantan Timur.
    “Ketika saya masih umur 6 bulan, mama saya bawa saya berkunjung ke Sulawesi Tengah, mama saya sudah pisah dengan ayah saya. Mulai dari kecil saya memang sudah pisah dengan bapak saya, dan jarang juga ketemu. Pertama kali ketemu waktu di Kalimantan juga, bapak saya yang ke Kalimantan dan itu pertama kali melihat langsung wajah ayah saya, dan kayak oh gini ternyata,” ujarnya.
    Ketika masih belia, ibu Christin bercerita kepadanya jika saat itu ayahnya belum menjadi seorang pendeta.
    “Waktu saya masih kecil dan itu kata mama saya ya, mama saya cerita dia belum jadi pendeta disitu, waktu jadi pendeta itu mungkin pada saat saya masih SD atau SMP gitu, intinya pas saya masih kecil itu dia belum jadi pendeta. Tapi pas dia masih hidup bersama mama saya, dia memang bilang kalau dia ingin jadi pendeta, alhasil sekarang dia sudah sama mama tiri saya, dan sudah jadi pendeta sekarang,” ceritanya.
    Di sisi lain, Christin bercerita akan hidupnya mengapa ia memutuskan untuk bercadar. Ia mengatakan jika mulai memutuskan untuk berniqab ketika masih duduk di bangku STM.
    “Saya mulai berniqob ketika naik ke kelas 2 STM, saya STM di Berau, yang bercadar cuma saya satu-satunya, dan semua wanita di angkatan saya itu cuma 5 orang,” katanya.
    Christin juga di ketahui sempat viral lantaran dia adalah mahasiswi jurusan Teknik Sipil Univeristas Jayabaya Jakarta Timur dan satu-satunya wanita yang menggunakan pakaian syar’i.
    “Saya pengen nunjukkin ke orang bahwa yang bercadar itu gak menghalangi aktivitas kita kok buat aktivitas yang lain,” pungkasnya.