Tidak peduli Sudah Sepuh, Orang Tua TKW H4t-Ter Ayu Ting Ting dim-4ki2 akhirnya Alami Kondisi Mengejutkan

Aksi melab-rak yang dilakukan orang tua Ayu Ting Ting ke Bojonegoro, menuai beragam kritik. Umi Kalsum dan Abdul Rozak diketahui mengunjungi kediaman orang tua Kartika Damayanti (KD), sosok yang menjadi hat-ers Ayu Ting Ting.

Tujuan kedatangan orang tua Ayu Ting Ting yakni ingin memberi efek jera kepada pelaku. Tetapi aksi itu justru dinilai salah sasaran, sebab Kartika Damayanti sudah tujuh tahun hidup di Singapura sebagai TKW.

Meski tak bertemu dengan KD, Umi Kalsum dan Abdul Rozak mengintimidasi orang tua pelaku. Kendati tahu betul sikap buruk KD tak berkaitan dan tak diketahui orang tuanya, namun Umi Kalsum dan Abdul Rozak mengancam akan memenjarakan mereka.

Diberitakan sebelumnya, kedua orang tua Ayu Ting Ting ingin menjadikan orang tua pelaku sebagai jaminan. Bukan itu saja, kepergian Umi Kalsum dan Abdul Rozak ke Bojonegoro juga menuai kritik tajam sebab dilakukan saat masa PPKM berlangsung.

Di saat banyak masyarakat mengupayakan untuk tetap di rumah saja dan membatasi pekerjaan mereka, orang tua Ayu Ting Ting yang berkeliaran hingga ke Jawa Timur menuai sorotan.

Pasca-aksi pelab-rakan tersebut, orang tua KD yang sudah berusia sepuh, diketahui mengalami syok. Seorang anggota DPRD, Fauzan Fuadi, Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur menganggap cara yang dilakukan Abdul Rozak kepada orang tua pelaku adalah arogan dan berlebihan.

Anggota DPRD itu pun mengaku akan mempertimbangkan untuk memberi bantuan hukum kepada orang tua KD. Di sisi lain, Sutikno, anggota DPRD Bojonegoro membeberkan kondisi keluarga KD pasca-pelab-rakan yang dilakukan orang tua Ayu Ting Ting (ATT).

“Setelah keluarga ATT datang ke Bojonegoro, kondisi keluarga syok,” ujar Sutikno dalam tayangan Hot Kiss, yang diunggah YouTube Indosiar, pada Rabu (4/8/2021).

Selain kondisi orang tua KD yang sudah tua, anak pelaku yang seorang yatim juga syok dan trauma dengan kedatangan orang tua Ayu Ting Ting. Bukan tanpa alasan. Pasalnya kediaman orang tua pelaku secara tiba-tiba dikerumuni puluhan orang, membuat penghuninya ketakutan.

“Karena posisi beliau (orang tua KD) udah usia lanjut dan anak dari KD tersebut juga yatim, sehingga kedatangan keluarga ATT membuat masyarakat berkerumun karena penasaran,” terangnya.

Akibat hal tersebut, kepala desa setempat meminta maaf dan meminta agar tak ada lagi warga yang mengunjungi kediaman orang tua KD.

“Sampai-sampai kepala desa juga meminta maaf ‘Pak mohon sekali lagi dari pihak mana pun untuk tidak berkunjung ke rumah KD’,” ungkapnya.

Kerumunan yang terjadi akibat datangnya Umi Kalsum dan Abdul Rozak dinilai meresahkan, mengingat kondisi pandemi dan PPKM saat ini.

Tak hanya itu, Sutikno mengatakan sikap Abdul Rozak saat melab-rak kediaman KD terbilang tidak pantas.

“Keluarga ATT ketika datang langsung marah-marah, melakukan ucapan kasar dan mengintimidasi keluarga. Jika ini tidak segera selesai akan ada tindakan lanjut,” tegas dia.

Sumber : grid.id