Kerap Dih-in4 Lulusan UGM ko jadi Perias, Wanita Ini Tunjukkan Penghasilan yang Bikin Melongo

Belakangan ini, viral sebuah video wanita yang menceritakan kisah hidupnya yang kerap dihina masyarakat hususnya tetangga. Menjadi lulusan universitas terbaik, tak menjamin mereka akan bekerja menjadi seorang ASN. Sebab, impian setiap orang berbeda-beda. Meski tak sesuai harapan banyak orang, publik tak sepantasnya menghina pekerjaan orang lain.

Mereka tak tahu, di balik pekerjaan yang diremehkan itu terdapat perjuangan dan hasil yang luar biasa. Seperti kisah lulusan UGM yang memilih menjadi rias pengantin ini. Banyak stigma dan caci maki dari masyarakat yang menghampirinya. Namun, mereka semua tak tahu bila penghasilan wanita ini bisa bikin melongo.

Penasaran dengan kisah wanita lulusan UGM yang viral ini? Melansir dari akun Instagram restya_ayu, simak ulasan informasinya berikut ini.

Prestasi yang Gemilang

Pemilik akun Instagram restya_ayu membagikan kisah hidupnya yang banyak dihujat publik. Dalam video yang berdurasi 1 menit 19 detik ini, awalnya pemilik akun restya_ayu menceritakan sejumlah prestasi yang diraihnya. Rupanya, wanita ini memiliki prestasi yang cukup gemilang. Berbagai kegiatan telah diikutinya, mulai dari osis, pramuka, drumband, student exchange hingga intership ke luar negeri.

Viral dihina lulusan ugm jadi perias
“Ketika aku dihina, lulusan UGM ‘Kok milih jadi perias? Kok jadi Tukang dekor?’. Padahal perjuangan aku untuk sampai titik ini tidak mudah,” tulis pemilik akun restya_ayu di awal video.

“Dulu aku memang selalu ranking 1-10 besar sekolah sejak SD. Pernah menjadi Ketua Osis, Ketua Pramuka bahkan Ketua Drumband dan selalu mewakili sekolah dalam berbagai lomba. Setelah lulus sekolah keterima di UGM, lanjut exchange student ke Thailand dan Intership ke Russia. Aku selalu ikut acara Internasional Pemerintah yang diadakan di Jogja. Bahkan ikut seminar ke Malaysia,” ungkap wanita lulusan UGM ini.

“Karena pengalamanku yang banyak ini, orang-orang selalu berekspektasi bahwa aku akan menjadi ASN Pemerintah. Mereka hanya selalu bertanya ‘Apa tidak sayang gelarnya?’ ‘Kok tidak dipakai?’. Tetapi, ternyata aku memilih menjadi perias, dan aku tidak gengsi soal itu. Karena ini pilihan hidupku dan aku bahagia. Aku buktikan bahwa aku bisa sukses dan Alhamdulillah aku berhasil membeli rumah, ruko, dan mobil dari profesi ini. Jika kita mau berusaha pasti ada jalan,” sambungnya.

Penghasilan Bikin Melongo

“Buat semua yang selalu tanya dan julid ‘Lulusan UGM kok jadi perias?’, ‘Kuliah jauh-jauh ke Thailand cuma jadi tukang dekor?’, ‘Intership ke Russia cuma jadi Kang Make up? Kang dekor? Kang jahit?’. Padahal pendapatanku tak serendah pandanganmu. 24 tahun (dapat) Rp500 juta, 24 tahun (dapat) Rp1 miliar, 26 tahun (dapat) Rp2 miliar dan 27 tahun (dapat) Rp2 miliar. Aku memang tidak pandai bergaya sosialita, tetapi aku bisa beli rumah, ruko, mobil dengan uang ku sendiri kok. Jangan merendahkan orang lain hanya karena dia tidak memakai seragam seperti mu,” paparnya.

Ikhlas dan Sabar
“Sejujurnya setelah lulus kuliah aku sedikit merasa minder karena menjadi perias pengantin. Padahal impian aku yang sebenarnya adalah menjadi Dubes, bahkan aku sudah mendaftarkan diri kuliah S2 ke Queensland University Australia selepas lulus. Tetapi Papa kurang setuju aku pergi S2 akhirnya aku memilih menikah dengan mas Anang dan memulai usaha dekorasi selepas menikah. Ternyata pilihan itu yang terbaik dari Allah SWT. Perjalanan usaha ku dimudahkan oleh Allah dan ini mungkin juga karena ridho orang tua ku yang ingin aku tetap di Lampung dekat dengan keluarga besar,” tulisnya dalam keterangan video.

“Tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di 2020 ini aku belajar lebih banyak keikhlasan dan kesabaran. Bagaimanapun usaha wedding mendapatkan dampak yang begitu besar dari pandemi Covid-19 omzet turun begitu jauh, bahkan 3 bulan pertama pandemi usaha wedding ini tidak menghasilkan apapun alias 0 rupiah. MasyaAllah dalam ujian aku selalu percaya dibalik kesulitan ada kemudahan. Semoga tahun depan kita bisa bangkit kembali, bismillah 🤗,” tutupnya.

Sumber: merdeka.com