Bukan Emas atau Uang, Geromb0lan P3ncvri di India ini Malah Curi Nyaris 1 Ton Tahi Sapi

Biasanya, para perampok mencuri barang berharga seperti emas atau uang. Namun, di India gerombolan perampok malah mencuri hampir 1 ton kotoran sapi di sebuah desa.

Warga desa Dhurena, Chhattisgarh melapor kepada polisi bahwa 800 kg kotoran sapi hilang dari gudang mereka. Kerugian diperkirakan sekitar 1.600 rupee (Rp 310.000).

Saat ini, petugas kepolisian sedang diterjunkan untuk memburu para perampok kotoran sapi itu.

“Kami telah menanyai beberapa tersangka, tetapi belum melakukan penangkapan,” kata petugas polisi Harish Tandekar kepada AFP.

Polisi masih belum mengetahui bagaimana caranya para perampok itu mencuri kotoran dalam jumlah banyak, atau alasan kenapa mereka malah mencuri kotoran sapi. Namun terindikasi kotoran sapi itu dicuri untuk dijual lagi sebab mereka percaya kotoran sapi jika dioleskan ke sekujur tubuh dapat mencegah badan dari virus corona yang saat ini sedang memuncak.

“Namun, penyelidikan terus dilaksanakan dan segala upaya dilakukan untuk menemukan para pelaku,” kata Tandekar. Diduga selain berkaitan dengan pengobatan corona, juga untuk proses pembuatan pupuk kompos. Biasanya, pemerintah negara bagian membeli 100kg kotoran sapi seharga 200 rupee (Rp 38.000) untuk diolah jadi pupuk kompos.

Penggunaan pupuk kompos tengah didorong di India untuk memajukan pertanian organik dan tujuan keagamaan.

Beberapa warga India beranggapan jika kotoran dan air seni sapi bisa menjadi obat-obatan. Pemerintahan India juga sedang mengembangkan produk pasta gigi, sampo, atau obat nyamuk dari kotoran dan urin sapi.

Sumber: indozone