Punya Uang Tak Berseri, 4 Orang Terkaya di Indonesia Ini Justru Hidup Sederhana

Kalau punya uang yang tak bakal habis, apa yang bakal kamu lakukan? Membeli rumah paling mewah, kendaraan berjejer hingga punya garasi seluas lapangan, atau tetap hidup dalam kesederhanaan? Sepertinya pilihan terakhir punya peminat paling sedikit ya. Sebab sebagian besar orang pasti ingin menikmati kerja kerasnya dengan memiliki hal-hal yang mengandung kemewahan.

Rupanya, pilihan tersebut bukan gaya dari konglomerat atau orang-orang terkaya di Indonesia ini. Meski punya kekayaan senilai triliunan, mereka tak segan hidup sederhana. Bahkan ada yang sampai memakai sepatu jebol dengan lakban lho. Siapa saja tokoh yang dimaksud? Berikut ulasannya.

Michael Bambang Hartono pernah ketahuan netizen makan di warung sederhana
Michael Bambang Hartono makan di warung

Michael Bambang Hartono adalah orang terkaya nomor 89 di dunia dan kedua di Indonesia berdasarkan daftar yang dikeluarkan oleh Forbes. Bisa terbayang ya, bapak berusia 81 tahun ini pasti punya uang tak berseri alias tajir melintir hingga entah berapa keturunan. Mau makan di restoran paling mahal juga pasti bisa. Bagaimana tidak, nilai kekayaannya per artikel ini ditulis saja sekitar 17,5 juta Dollar atau setara dengan Rp255 Triliun.

Namun, pemilik Djarum Group serta pemegang saham terbesar BCA ini pernah ‘ketahuan’ netizen sedang makan di sebuah warung sederhana di Semarang. Adalah akun @ayudh69 yang pada Desember 2019 lalu membagikan foto Michael Hartono sedang makan di warung Tahu Pong Karangsaru. Warung ini menyediakan menu serba tahu pong dengan harga makanan tidak ada yang lebih dari Rp30 ribu. Sederhana ya?

Armand Hartono perbaiki sepatu tuanya yang jebol pakai lakban
Menjadi anak dari salah satu konglomerat Indonesia, tentu bisa dengan mudah saja ya beli sepatu baru ketika yang lama sudah rusak? Tapi hal ini tidak selalu dilakukan oleh Armand Hartono, putra dari Robert Budi Hartono, pemilik PT Bank Central Asia (BCA). Padahal, menurut catatan Forbes tahun 2015, total kekayaan Armand mencapai Rp115 Triliun. Beli pabrik sepatu juga bisa nih.

Sepatu tua dilakban

Namun Armand rupanya lebih suka hidup sederhana dan irit. Hal ini terlihat dari unggahan di akun Instagramnya. Ia mengunggah foto sepatu jadulnya yang jebol dan bukan membeli baru tapi malah diperbaiki dengan lakban. Foto ini tentu menjadi perbincangan, namun bukan hujatan melainkan mayoritas netizen merasa salut karena sikap Armand Hartono yang begitu ‘humble‘.

Jusuf Hamka, bos jalan tol tapi suka makan di warung tenda
Pernah tidak terpikir siapa sih pemilik jalan tol yang biasanya kita lewati? Sebagian di antaranya mungkin adalah jalan tol milik seorang pengusaha dari Samarinda bernama Jusuf Hamka. Ia memiliki julukan sebagai ‘bos jalan tol’ tentu karena perusahaannya mengelola beberapa jalan tol yang ada di kawasan Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur.

Jusuf Hamka sering makan di warung pinggir jalan

Tapi bukan hanya kekayaan dan kisah suksesnya saja yang selalu menarik perhatian, melainkan sikapnya yang sederhana. Beberapa kali Jusuf Hamka sering membagikan video dirinya yang tak segan makan di warung tenda pinggir jalan melalui Instagram. Tindakannya tersebut mengundang kagum netizen. Selain itu, Jusuf Hamka juga menyebut bahwa dirinya sedang berusaha mewujudkan mimpinya untuk membangun seribu masjid BA (Babah Alun).

Bob Sadino selalu tampil dengan celana pendek sederhana
Dari yang muda hingga tua dan sedang merintis bisnis pasti familiar dengan nama Bob Sadino. Beliau adalah pengusaha sukses di bidang agrobisnis. Sejumlah perusahaan yang ia mulai dari nol di antaranya PT Boga Catur Rata, PT Kem Foods, dan PT Kem Farm.

Bob Sadino dan celana pendek khas

Tak hanya kisah suksesnya yang membuat Bob jadi panutan para pebisnis atau calon perintis usaha, namun juga gayanya yang nyentrik serta sederhana. Di berbagai kesempatan, Bob selalu tampil dengan kemeja warna terang dan celana pendek. Padahal dengan begitu banyak perusahaan yang ia miliki, Bob bisa saja pakai setelan paling mahal yang ia bisa beli.

Seringkali kita melihat orang-orang yang bergelimang harta tampil mentereng, menunjukkan kekayaannya. Meski ada juga orang-orang dengan gaya hidup sederhana seperti para tokoh di atas, yang meskipun punya uang tak berseri tapi tetap hidup sederhana. Mungkin mereka adalah penganut kalimat ini, “tujuannya adalah menjadi kaya, bukan terlihat kaya.”

Sumber: boombastis