Kisah Unik Kembar 3 Diterima di PTN yang sama lewat Jalur berbeda, SNMPTN dan SBMPTN

Bersyukur, kiranya merupakan satu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan saudara kembar tiga, yakni Nandina, Naila, dan Nabila. Pasalnya, mereka dinyatakan lolos seleksi menjadi mahasiswa baru Universitas Airlangga (Unair).

Ketiganya diterima kuliah di Unair karena lolos lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Tidak serta-merta dapat langsung dinyatakan lolos untuk bergabung dengan Unair, ketiganya harus melalui proses yang cukup panjang.

Ketekunan dalam belajar serta semangat untuk tidak pantang menyerah menjadi kunci keberhasilan ketiganya.

Nabila Shafiya, salah satu di antara ketiganya, memaparkan bahwa mereka akan mencatat dan melihat kembali pelajaran yang telah didapat dari bimbingan belajar.

Hal yang berbeda dari ketiganya hanya terkait dengan durasi belajar.

“Ada yang mungkin tahan belajar sampai agak lebih malam, ada juga yang harus banyak istirahatnya,” ujar Nabila melansir laman Unair, Kamis (22/7/2021).

Tidak hanya fokus pada bimbingan belajar, tetapi ketiganya juga menaruh perhatian pada pembelajaran di sekolah.

Nabila menuturkan bahwa suatu ketika mereka harus menyeimbangkan fokus antara tugas dari bimbingan belajar dengan ujian praktik di sekolah.

“Jadi harus begadang sampai jam 01.00 WIB untuk ngerjain tugas-tugas,” ungkap Nabila.

Meskipun mendapatkan banyak tugas dari bimbingan belajar yang mereka ikuti, hal itu justru menjadi pengalaman berkesan bagi ketiganya.

Nabila mengaku semangat mengajar dari guru-guru mereka yang menjadi motivasi.

Impian kuliah di Unair

Lanjut Nabila menyatakan, menjadi mahasiswa baru Unair merupakan impian mereka sejak lama.

Bermula dari banyak anggota keluarga mereka yang berkuliah di Unair, ketiganya kemudian memahami kampus yang baik adalah Unair.

Selain itu, setelah mengetahui bahwa banyak prestasi yang telah diraih Unair, mereka semakin mantap untuk memilih salah satu kampus terbaik di dunia tersebut.

“Alasan lainnya karena kami ingin berusaha untuk tidak menyulitkan kedua orangtua dengan cara masuk universitas negeri,” jelas Nabila.

Dukungan orangtua

Beruntung, sebut dia, kedua orangtua mereka juga menyetujui dan mendukung penuh keputusan itu.

Mulanya, hanya satu di antara mereka yang telah dinyatakan lolos untuk bergabung dengan Unair.

“Jadi ketika mendaftar perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN, hanya Nandina yang berhasil diterima. Ingin merayakan diterimanya Nandina juga enggak terlalu senang karena baru satu yang lolos,” tutur Nabila.

Sebelum dinyatakan lolos di perguruan tinggi yang sama, Nabila juga mengaku bahwa dirinya sempat mengalami stres.

“Agak stres juga waktu itu, sebelum akhirnya saya dan Naila lolos melalui jalur SBMPTN,” ujar dia.

Mengenai langkah ke depannya setelah mulai berkuliah, Nabila mengaku ingin bergabung dengan organisasi atau kepanitiaan, mengikuti seminar, serta mendapatkan beasiswa.

Dia juga mengungkapkan, dirinya ingin berprestasi, baik akademik maupun non-akademik.

Dia pun berharap agar nantinya dapat diberi banyak kemudahan dalam mengerjakan skripsi dan lulus tepat waktu dengan nilai yang memuaskan.

Terakhir, dia berpesan bagi calon mahasiswa yang ingin berkuliah di Unair agar selalu bersungguh-sungguh.

“Ketika teman-teman (calon mahasiswa Unair) mengalami banyak kesulitan, jangan patah semangat dan banyak berdoa,” tutur dia

Sumber: kompas.com