Merasa Rezeki Sempit, Ini Doa-doa Pembuka Pintu Rezeki Diajarkan Rasulullah, Agar Makin Berkah dan Melimpah

Meski dianjurkan untuk bertawadhu, tak dapat dipungkiri rezeki memang kebutuhan setiap manusia. Setiap manusia bertahan hidup dengan mencari dan menjemput rezekinya. Demikian selain dengan usaha dan amalan, umat muslim khususnya bisa mengusahakannya dengan cara berdoa.

Terlebih doa merupakan senjata mukmin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah SWT sangat menyayangi mereka hamba-Nya yang meminta dan mencari ridha-Nya. Sebagaimana pula firman Allah SWT dalam Surat Ghafir:60. وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.

Selain itu Allah SWT juga berfirman dalam Al Quran Surat Al Isro’:30.

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

Dalam Islam doa pun adalah salah satu kunci dari pembuka rezeki. Doa-doa pembuka rezeki ini dimaksudkan bukan berarti untuk memperkaya diri, akan tetapi meminta kekuatan untuk membantu satu sama lain. Doa-doa pembuka rezeki ini pernah diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dikutip dari rumaysho.com dan sumber lainnya.

Berikut ini doa-doa pembuka rezeki yang dipanjatkan.

#1. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).”

Doa pembuka rezeki ini seperti yang disampaikan dalam Hadist Riwayat HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjatkan doa pembuka rezeki ini setelah salam shalat shubuh.

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

Artinya:

“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Doa pembuka rezeki ini disampaikan dalam hadits Ali, Rasulullah pernah mengejarkan doa tersebut.

#3. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي

Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.”

Doa pembuka rezeki ini merupakan doa luas mencakup keselamatan dunia dan akhirat.

Diriwayatkan dalam hadist Muslim No 35, doa ini disampaikan Rasulullah saat saat seorang sahabat bertanya kepadanya untuk mengajari seseorang yang baru masuk Islam.

Saat itulah Rasulullah hallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan untuk shalat, lalu beliau memerintahkannya untuk membaca doa tersebut.

يَا رسول اللهِ ، كَيْفَ أقُولُ حِيْنَ أسْأَلُ رَبِّي ؟ قَالَ : (( قُلْ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَعَافِني ، وارْزُقْنِي ، فإنَّ هؤلاَءِ تَجْمَعُ لَكَ دُنْيَاكَ وَآخِرَتَكَ )) .

“Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan ketika aku ingin memohon pada Rabbku?” Beliau bersabda, “Katakanlah: Allahummaghfir lii, warhamnii, wa ‘aafinii, warzuqnii”, karena do’a ini telah mencakup dunia dan akhiratmu. (HR. Muslim no. 36, 2697)

Perlu diketahui doa pembuka rezeki itu merupakan doa yang familiar. Doa ini dibaca saat doa duduk antara dua sujud dalam shalat.

Dalam hadits Ibnu ‘Abbas disebutkan doa duduk antara dua sujud yang dibaca oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

رَبِّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَارْفَعْنِي ، وَارْزُقْنِي ، وَاهْدِنِي.

“Robbighfirlii warahmnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii (artinya: Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku).” (HR. Ahmad 1: 371. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa haditsnya hasan).

#4. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma innii as’aluka ‘ilman nafi’an, wa rizqan tayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.

“Ya Allah aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan aku memohon kepada-Mu rezeki yang halal, dan Aku memohon kepada-Mu amalan yang diterima.” (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Majah)

Doa pembuka rezeki ini pernah diriwayatkan oleh Ummu Salamah, dikerjakan Rasulullah setelah shalat subuh.

#5. اللَّهُمَّ اكْفِنِي بحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumma akfinii bikhalaalika ‘an haroomika, wa aghninii bifadhlika am-man siwaaka.

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal saja, sehingga tidak memerlukan yang haram. Dan berilah aku kekayaan dengan karunia-Mu, sehingga saya tidak bergantung kepada selain-Mu.” (Hadits Hasan Shahih Riwayat Imam Tirmidzi)

#6. اللّهُمَّ اَكْثِرْ مَالِي وَ وَلَدِي، وَوَسِعْ لِيْ فِى دَارِيْ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي، وَأحْسِنْ عَمَلِي، وَاغْفِرْ لِي

Allahumma aktsir maalii wa waladi, wa wasi’lii fii daarii, wa baariklii fiimaa a’thoitanii, wa akhsin ‘amalii, waghfirlii.

“Ya Allah, perbanyaklah hartaku dan anak-anakku, luaskanlah rumahku, berkahilah setiap apa yang Engkau berikan kepadaku, baguskanlah amalanku, dan ampunilah dosa-dosaku.”

#7. اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahla

“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

#8. Dikutip dari qultummedia.com, doa pembuka rezeki tersebut adalah doa agar diberi kelancaran rezeki.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَ عَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مُبَارَكًا

“Ya Allah, dengan karunia dan anugerah-Mu, aku meminta rezeki yang baik lagi diberkahi.” (HR. Thabrani)

#9. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَ الْفَاقَةِ، وَ الْقِلَّةِ وَ الذِّلَّةِ، وَ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekurangan, kehinaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari melakukan kezaliman dan dizalimi.” (HR. Baihaqi)

#10. اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَ أَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan barang yang halal hingga aku tidak butuh kepada yang haram dan cukupkanlah aku dengan keutamaan-Mu hingga aku tidak butuh kepada selain-Mu.” (HR. Turmudzi)

Sumber artikel : humairoh.com