Status Teh Ninih Digantung Aa Gym, Anak Bertindak

154 views

Muhammad Ghaza Al Ghazali, putra Aa Gym dan Teh Ninih kembali mengungkap rumah tangga orang tuanya. Ghaza menceritakan sikap Aa Gym saat dirinya ingin mengundang Teh Ninih ke pernikahannya.
Saat itu, Aa Gym mengeluarkan kalimat yang membuat Ghaza tak menyangka.

Buat apa dia hadir?”. Seolah lidahku kelu untuk menjawabnya. Entah apa kalimat apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan demikian,” tulis putra Aa Gym, Muhammad Ghaza Al Ghazali.

Untuk apa seorang ibu hadir di pernikahan putranya?”. Menurut anda, apakah jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut? Akankah anda menjawabnya dengan mudah? Atau anda akan terdiam membisu, terperanjat karena ayah anda bertanya demikian kepada anda?” sambungnya.

Sang putra memuji kesabaran Teh Ninih. Muhammad Ghaza Al Ghazali, mengungkapkan sang bunda selalu mengalah dan diam.

“Tapi, ya. Begitulah Ibuku. Entah di sudut surga sebelah mana ia dilahirkan. Entah dimana ia menyembunyikan kedua sayapnya. Mengalah, mengalah, dan mengalah. Selalu mengalah. Itulah pilihannya,” ungkapnya.

Menjadikan begitu sulit untuk menyusulmu tuk terbang tinggi. Dengan keagungan akhlakmu, kesabaranmu, untuk menghadapi semuanya. Menyimpan semuanya dengan rapi, memilih untuk diam, kemudian menumpahkannya kepada Sang Pemilik langit dan bumi, dikala kami terlelap dengan mimpi mimpi kami,” sambung Ghaza.

Muhammad Ghaza Al Ghazali merasa bahagia apabila masalah yang dianggap sebagai penderitaan untuk sang bunda berhenti. Ini sudah menjadi waktu yang tepat menurut Ghaza untuk Teh Ninih bahagia.

Entah apa yang mereka rasakan. Namun rasanya bagiku, begitu bahagia, disaat ini. Disaat semuanya sudah terhenti. Rasanya cukup bagiku penderitaanmu. Sudah waktunya bagimu untuk tersenyum. Sudah cukup tangisanmu. Cukup, waktunya bahagia. Meskipun tidak bersama-sama,” tegas putra Teh Ninih dan Aa Gym itu.

Entah apa alasannya, Aa Gym mencabut gugatan cerai kepada Teh Ninih. Sang putra pun menyinggung itu hanya permainan.

Ya, betul. Nampaknya kemarin ada sedikit permainan di pengadilan. Begitulah, manusia. Barangkali, waktu 15 tahun belum cukup untuk menyiksamu, mungkin beliau masih perlu waktu untuk merasa puas,” tukasnya.

Namun, maaf. Sudah cukup. Sudah cukup sampai sini permainannya. 5 Juni 2020, lusa adalah tepat satu tahun setelah engkau dicerai. Dan, sampai detik ini engkau digantung, dipermainkan. Maaf, saya tak bisa diam,” beber putra Teh Ninih.

Sumber: detikhot