Pilu Bocah Driver Ojol Selamatkan Nyawa Ayahnya, Sebelum Tewas: Nasi Gudeg Buat Bapak Aja

Pengorbanan Naba Faiz Prasetya, bocah 10 tahun secara tidak langsung menyelamatkan nyawa ayahnya dengan menyantap menu beracun saat berbuka puasa yang dibawa pulang setelah penerima order menolak kiriman paket yang tidak dia pesan.

Momen berbuka puasa jadi horor bagi keluarga Bandiman (36) usai anaknya Naba Faiz tewas keracunan usai memakan lontong sate kiriman dari wanita misterius yang harusnya diberikan ke pada orang lain.

Driver ojol warga Padukuhan Salakan, RT 07, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta telah memakamkan anaknya, Senin (26/4/2021) semalam. Istri Bandiman, Dulang pun sempat menyantap menu tersebut, namun nyawanya bisa diselamatkan.

Bandiman tidak menyangka, paket menu yang ditolak oleh penerima orderan dari wanita misterius itu menjadi malapetaka bagi keluarganya.

Setelah sampai di rumah dan waktu berbuka puasa tiba lalu keluarga tersebut buka bersama.

Dulang istri Bandiman menuturkan bahwa takjil nasi gudeg harusnya disantap anaknya. Sementara sate lontong dimakan Bandiman, suaminya.

“Mas Naba bilang ‘dah nasi gudegnya buat bapak saja’,” kata istrinya, Dulang.
Anak laki-lakinya itu kemudian minta suapi oleh ibunya. Baru disuapi lontong setengah sendok sama bumbunya dan belum sampai makan satenya, lalu anaknya itu lari ke belakang.

Namun dalam hitungan detik, anaknya kemudian tidak sadarkan diri usai muntah-muntah.

Menurut istrinya rasa lontongnya itu pedas pahit dan menyangkut di tenggorokan.

Saat anaknya tidak sadarkan diri itu kemudian dia membawanya ke rumah sakit. Tapi nahas nayawanya tidak dapat tertolong hingga kemudian meninggal dunia.

Bandiman pun mengaku terpukul dengan kejadian tersebut.

Hingga dia kemduan menyadari dari keterangan pihak rumah sakit, bahwa makanan yang dikonsumsi anaknya mengandung racun yang lebih keras dari racun pertanian.

Pihak rumah sakit sudah membawa bumbu sate yang diduga berisi racun ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta.

”Dokter bilang positif mengandung racun yang lebih keras dari pada racun pertanian,” ucapnya.
Kabid Humas Polda DIY membenarkan peristiwa keracaunan makanan itu dan meminta untuk menunggu hasil dari pemeriksaan laboratorium.

“Petugas telah melakukan olah TKP. Saksi juga kita periksa. Kita tunggu hasil pemeriksaan makanan di laboratorium,” bebernya.

Sumber: indozone