Gadis Purworejo Dipinang Bule, Niat Merantau Belajar Masak Justru Bertemu Jodoh

Jodoh tak ada yang tahu. Seorang gadis Purworejo, Tri Cahyani, bertemu pria pujaan hatinya saat menuntut ilmu di Jerman.

Wanita yang akrab disapa Cahya itu menempuh pendidikan di Johan Georg Dortenbach Schule, Jerman dengan jurusan perkokian atau juru masak. Berniat belajar jadi koki profesional, Cahya kemudian diperkenalkan oleh temannya ke kepala koki sebuah restoran.

Kepala koki bernama Adrian Saathoff itu menyambut Cahya dengan ramah. Dari perkenalan tersebut, tak disangka benih-benih cinta tumbuh antara Cahya dan pria Jerman itu. Mereka pun berpacaran.

“Awalnya si pingin belajar jadi koki yang profesional terus pingin kenalan sama suami teman saya yang jadi chef di sebuah restoran. Nah, setelah kenal sama dia malah saya dikenalin juga sama kepala chefnya yaitu Mas Adrian, dari situ ya akhirnya kami jadi dekat,” ujar Cahya.

Mereka pacaran selama 10 bulan, sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Cahya yang saat itu berusia 29 tahun, mantap menikahi Adrian yang 10 tahun lebih tua darinya.

Pernikahan dilangsungkan di kampung halaman Cahya, Purworejo pada 11 Januari 2019. Emas seberat 11 gram, cincin emas berlian dan seperangkat alat salat menjadi mas kawin.

Seorang warga negara Jerman, Adrian Saathof menikah dengan gadis asal Purworejo, (12/1/2019).Seorang warga negara Jerman, Adrian Saathof menikah dengan gadis asal Purworejo, (12/1/2019)/ Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Sebelum akad nikah, Adrian yang tidak bisa Bahasa Indonesia sudah lebih dulu belajar melakukan prosesi ijab kabul. Bersyukur, prosesi itu pun berlangsung dengan lancar.

“Ya mungkin dia (Adrian) nervous, tapi justru saya yang lebih nervous karena takut kalau Mas Adrian ngucapinnya salah-salah, tapi alhamdulillah semua lancar dan seneng banget rasanya,” tutur Cahya.

Adrian sendiri memang benar-benar jatuh cinta dengan Cahya. Ia lebih memilih menikah dengan gadis Jawa itu daripada wanita asli Jerman.

“Ya sudah terlanjur cinta dengan dia, saya suka sifatnya, karakternya,” ungkap Adrian Saathoff.