Sesekali Bersikap Bodo Amat, Pura-puralah Tidak Tahu, Biar Hatimu Tidak Terlalu Sesak Memikirkannya

Sudah kubilang, menghadapi pembenci dengan emosi yang menyala itu hanya bikin tambah kacau keadaan, bikin tambah geram hati, bikin tambah pusing kepala. Foto cover: ilustrasi)

Lalu? sesekali bersikaplah bodo amat, pura-puralah tidak tahu, pura-puralah tidak mendengar, biar hatimu tidak terlalu sesak memikirkannya.

Jangan Hiraukan Pembenci yang Terus Saja Ingin Mengusik Hidupmu

Kamu jangan hiraukan pembenci yang terus saja ingin mengusik hidupmu, kamu harus mampu mengendalikan dirimu untuk tidak terkecoh menanggapi keusilannya, agar kamu pun tidak merasa terganggu.

Kamu Harus Pandai Mengalihkan Keadaan, Yaitu Dengan Mengabaikannya

Kendalikan hatimu, kamu harus pandai mengalihkan keadaan, yaitu dengan terus mengabaikannya. Kamu harus mampu menganggapnya angin, yang datangnya cepat berlalu.

Jangan Dimasukkan ke Hati Apa yang Dikatakannya, Buang Jauh-jauh Dengan Tidak Menganggapnya

Intinya, jangan dimasukkan ke hati apa yang dikatakannya, jangan dimasukkan ke hati apa yang dimongkan bruk kepadamu, buanglah jauh-jauh dengan tidak menganggapnya ada.

Ketenanganmu Adalah Tanggung Jawabmu Sendiri, Kamu Mau Menggubrisnya Atau Sebaliknya

Sungguh ketenanganmu adalah tanggung jawabmu sendiri, ketenanganmu adalah kamu yang nentuin, terusik dan tidaknya kamu tergantung seberapa bisa kamu menenangkan hati.

Pandailah Mengambil Sikap, Mungkin Dengan Mencoba Bodo Amat dan Seakan-akan Kamu Tuli Terhadap Perkataan Buruknya

Maka pandailah kamu mengambil sikap, pandailah kamu menyikapi keadaan, mungkin dengan mencoba bodo amat dan seakan-akan kamu tuli terhadap perkataan buruknya.

Sumber: Humairoh