Jangan Sembarangan Minum Obat dan Suplemen Ini, Risikonya Ginjal Rusak

231 views

Minum obat dan suplemen terkadang dibutuhkan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap baik.

Tapi faktanya minum obat dan suplemen ini tak boleh sembarangan. Termasuk saat kondisi tubuh kita baik-baik saja. Sebab ada beberapa obat dan suplemen yang jika dikonsumsi sembarangan justru dapat mebuat ginjal rusak. Hal ini tentunya harus kita perhatikan betul agar terhindar dari risiko tersebut.

Karenanya jangan coba-coba sembarangan minum obat dan suplemen berikut ini:

1. Antibiotik

Antibiotik tertentu dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal, jadi meminumnya dapat memberikan tekanan ekstra pada ginjal. Penisilin, sefalosporin, dan sulfonamida khususnya dapat berbahaya bagi ginjal. Melansir Cleveland Clinic, penggunaan antibiotik jangka panjang dapat melukai ginjal, meskipun dalam keadaan sehat.

Dan pada orang yang ginjalnya tidak berfungsi 100% pada awalnya, antibiotik dapat menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan.

Meski demikian, penting untuk diingat bahwa antibiotik dapat digunakan dengan aman jika diperlukan, selama dosisnya disesuaikan dengan tingkat fungsi ginjal tubuh.

2. Obat anti inflamasi non steroid (NSAID)

NSAID adalah obat yang sangat efektif untuk berbagai masalah medis.

Tetapi mengonsumsi NSAIDS dapat memengaruhi ginjal, dan dapat menyebabkan kerusakan, terutama jika juga mengonsumsi diuretik atau penghambat ACE. NSAIDS termasuk obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen. Menggunakan obat-obatan ini dengan kafein dapat lebih membahayakan ginjal. Saat mengonsumsi obat-obatan ini, pastikan untuk memeriksakan diri secara teratur ke dokter jika mengalami gangguan fungsi ginjal.

3. Suplemen makanan

Suplemen nutrisi tertentu dikaitkan dengan cedera ginjal, bahkan pada orang sehat. Dengan berbagai macam suplemen yang tersedia, cara terbaik untuk mengetahui apakah suplemen itu aman adalah dengan meminta dokter untuk meninjau semua bahannya. Suplemen makanan tidak diatur oleh Food and Drug Administration sebagai obat, tetapi sebagai makanan.

Namun, karena semua bahan mungkin tidak tercantum pada label dan dapat mengganggu resep obat yang diminum, maka konsultasikan lebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen makanan.

Para peneliti telah meninjau 17 suplemen makanan yang telah dikaitkan dengan cedera ginjal langsung, meskipun dalam jumlah kasus yang sangat terbatas. Sebagai catatan, para peneliti menemukan bahwa pasien sering kali tidak memberi tahu dokter mereka tentang suplemen makanan yang mereka konsumsi. Melakukan hal ini dapat membuat kita berisiko mengalami cedera dan interaksi obat.

Jika telah mengalami penurunan fungsi ginjal atau berisiko terkena penyakit ginjal, sebaiknya jangan pernah mengonsumsi suplemen makanan atau dosis vitamin di atas Recommended Daily Allowance

Sumber : https://health.grid.id/read/352558640/jangan-sembarangan-minum-obat-dan-suplemen-ini-risikonya-ginjal-rusak?page=all