Berbagai Gejala Tipes yang Perlu Anda Waspadai

406 views

Tipes menular melalui ketika bakteri penyebab tipes, Salmonella typhi, menyebar dari makanan atau air minum kotor yang Anda konsumsi. Namun, gejala tipes umumnya tidak akan langsung muncul segera setelah Anda makan atau minum sesuatu yang sudah terkontaminasi bakteri Salmonella typhi.

Biasanya gejala mulai muncul dalam 7-14 hari setelah Anda terpapar bakteri. Paling lambat, gejalanya baru terasa dalam 30 hari kemudian. Namun, jika kekebalan tubuh Anda lemah, gejala paling cepat dapat muncul dalam 3 hari. Gejala tipes sering dianggap sebagai sebuah penyakit. Padahal, itu merupakan kumpulan kondisi yang menandakan Anda terinfeksi bakteri Salmonella typhi.

Istilah “penyakit gejala tipes” yang populer di masyarakat Indonesia merujuk pada penyakit dengan sekumpulan gejala yang mirip atau serupa dengan gejala tipes. Namun, kondisi itu mungkin disebabkan oleh kuman lain, selain Salmonella typhi.

Apa saja gejala tipes?

1. Demam

Gejala tipes yang paling umum terjadi pada orang dewasa adalah demam. Demam sebenarnya adalah hasil dari proses peradangan dalam tubuh yang dipicu oleh kerja sistem imun saat melawan infeksi bakteri Salmonella typhi. Demam akibat tipes cenderung meningkat pelan-pelan di minggu pertama Anda terkena tipes, dan biasanya bisa mencapai 39 sampai 40º Celsius. Namun, demam yang menjadi gejala tipes sering terasa lebih parah saat malam hari. Pada orang dewasa, gejala demam akibat tipes juga kadang disertai dengan sakit kepala. Sama seperti demam, sakit kepala pun merupakan wujud dari proses peradangan yang dimunculkan oleh kerja sistem imun.

2. Berkeringat

Munculnya keringat masih berhubungan dengan gejala demam saat tipes. Saat Anda demam, suhu tubuh akan meningkat hingga Anda merasa panas. Untuk mengeluarkan panas dari dalam, otak akan langsung memerintahkan kelenjar keringat mengeluarkan cairan lewat pori-pori sebagai cara mengembalikan tubuh Anda ke suhu normalnya.

3. Tubuh terasa lemas

Saat terkena tipes, tubuh rasanya pasti lemas dan tidak berenergi. Hal ini umum terjadi karena gejala tipes yang berupa diare membuat tubuh terus membuang banyak cadangan cairan dan elektrolitnya lewat feses serta keringat. Padahal, cairan elektrolit berfungsi membantu otot agar bisa bekerja dan berkontraksi dengan baik. Maka tak heran jika tubuh Anda akan terasa lebih lemah, lesu, dan tidak bertenaga saat sakit tipes.

4. Gangguan pencernaan

Tipes adalah penyakit infeksi yang menyerang pencernaan, khususnya usus. Maka. tidak heran jika salah satu gejala yang umum muncul adalah gangguan pencernaan, baik itu diare atau sembelit.Diare lebih sering menjadi gejala tipes pada anak, sedangkan sembelit lebih sering terjadi pada orang dewasa. Usus yang terinfeksi bakteri tidak dapat mencerna makanan dengan baik yang membuat proses penyerapan air ikut terganggu. Akibatnya, usus akan mengambil lebih banyak cairan dari dalam tubuh untuk dapat memproses makanan sehingga feses yang keluar akan bertekstur cair. Sementara itu, gejala sembelit pada orang dewasa yang kena tipes diakibatkan oleh infeksi bakteri yang menghambat pergerakan usus.

5. Sakit perut

Gejala tipes yang menyerang perut ini juga masih ada hubungannya dengan diare. Sakit perut akibat tipes memang sering dibarengi dengan gejala diare. Perut akan terasa sakit selama infeksi masih menyerang sistem pencernaan. Sistem pencernaan yang bermasalah kemudian akan meminta bantuan otak untuk memicu otot usus berkontraksi agar feses segera dikeluarkan. Selama proses ini, perut Anda akan terasa kram dan mulas. Anda umumnya akan merasakan sakit perut dan diare dalam 8 sampai 72 jam setelah terpapar bakteri Salmonella.

6. Hilang nafsu makan

Penurunan nafsu makan juga merupakan wujud dari respon peradangan dalam tubuh. Sistem imun akan merangsang otak untuk melepaskan zat kimia bernama leptin yang bekerja menurunkan nafsu makan. Penurunan nafsu makan ini juga bertindak untuk mencegah bakteri masuk lebih banyak lagi lewat makanan. Saat Anda makan lebih sedikit pun, artinya Anda memberikan asupan makanan yang lebih sedikit bagi bakteri yang ada dalam tubuh Anda. Pada akhirnya, bakteri yang kelaparan akan lebih cepat mati. Gejala penurunan nafsu makan umumnya muncul menandakan tubuh sedang dalam proses pemulihan dari tipes. Gejala tifus ini biasanya terjadi hanya sebentar saja pada orang dewasa.

7. Mual dan muntah

Mual dan muntah menjadi gejala tipes pada orang dewasa sebagai wujud peradangan di dalam sistem pencernaan. Ketika bakteri penyebab tipes menginfeksi dinding lambung dan usus, sistem imun akan merespon serangan tersebut dengan mengirimkan sinyal ke otak untuk memunculkan rasa mual.

Otak kemudian akan memicu organ pencernaan memproduksi lebih banyak cairan yang membuat perut terasa tidak nyaman. Alhasil, Anda merasa mual dan bisa muntah-muntah. Dengan kata lain, mual dan muntah merupakan reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan racun dan bakteri dari dalam sistem pencernaan.

Jika Anda mengalami satu atau lebih dari gejala yang berupa :

Sakit kepala yang tidak kunjung reda
Demam selama 1-3 hari dan juga tidak mereda setelah minum obat penurun panas.
Sakit atau kram perut yang parah
Diare lebih dari 3 hari
Anda harus konsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan tifus yang tepat.

Jika Anda terbukti positif kena tipes, dokter juga dapat menyarankan anggota keluarga lainnya untuk melakukan tes serupa untuk memutus penyebaran infeksi. Selanjutnya dokter dapat menentukan rencana pengobatan dan perawatan yang tepat untuk kondisi Anda.

Sumber : https://hellosehat.com7. Mual dan muntah

Mual dan muntah menjadi gejala tipes pada orang dewasa sebagai wujud peradangan di dalam sistem pencernaan. Ketika bakteri penyebab tipes menginfeksi dinding lambung dan usus, sistem imun akan merespon serangan tersebut dengan mengirimkan sinyal ke otak untuk memunculkan rasa mual.

Otak kemudian akan memicu organ pencernaan memproduksi lebih banyak cairan yang membuat perut terasa tidak nyaman. Alhasil, Anda merasa mual dan bisa muntah-muntah. Dengan kata lain, mual dan muntah merupakan reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan racun dan bakteri dari dalam sistem pencernaan.

Jika Anda mengalami satu atau lebih dari gejala yang berupa :

Sakit kepala yang tidak kunjung reda
Demam selama 1-3 hari dan juga tidak mereda setelah minum obat penurun panas.
Sakit atau kram perut yang parah
Diare lebih dari 3 hari
Anda harus konsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan tifus yang tepat.

Jika Anda terbukti positif kena tipes, dokter juga dapat menyarankan anggota keluarga lainnya untuk melakukan tes serupa untuk memutus penyebaran infeksi. Selanjutnya dokter dapat menentukan rencana pengobatan dan perawatan yang tepat untuk kondisi Anda.

Sumber : https://hellosehat.com