Ingat, Kalau Beli Bakso di Pedagang Jangan Pernah Gunakan 2 Bumbu Tambahan Ini, Efeknya Jangka Panjang Buruk untuk Kesehatan

Siapa sih yang tidak suka jajan bakso di pedagang bakso gerobakan?

Apalagi dimakan pas siang hari di bawah pohon rindang, wah semakin menambah nikmat saja. (foto cover: ilustrasi)

Coba perhatikan apa kebiasaan Anda ketika membeli bakso di pedagang gerobak tadi?

Pasti Anda akan mencampurnya dengan dua bumbu tambahan ini.

Tahukah Anda kalau kebiasaan itu bisa berefek buruk bagi Kesehatan?

Berapa kali Anda makan bakso dalam seminggu?

Wah, kalau orang Indonesia sejati, pasti minimal kita akan makan bakso 1 kali dalam seminggu.

Soalnya, orang Indonesia cinta banget bakso.

Baksonya pun diracik sedemikian rupa supaya bisa cocok di lidah.

Ada kecap, sambal, cuka, garam, seledri dan masih banyak lagi.

Tapi, tahukah Anda kalau bumbu tambahan dalam bakso ini bisa berakibat buruk bagi kesehatan?

Waspadalah!

Saus Sambal Tak Bermerek

Pernahkah Anda melihat orang yang makan bakso dengan banyak sekali saus sambal?

Saking banyaknya, warna kuah baksonya berubah jadi merah merona.

Ya, saus sambal memang jadi favorit lantaran memberikan tambahan rasa asam, gurih dan sedikit pedas pada bakso.

Namun sayang, banyak pedagang bakso yang menggunakan saus sambal curah yang tak jelas bahan bakunya.

Saus sambal jangan taruh di kulkas berbahaya bisa sebabkan kanker

Saus sambal ini tentu saja jauh lebih murah harganya.

Sebenarnya, mengonsumsi saus sambal tentu boleh-boleh saja sebenarnya, asal kita yakin kalau saus yang kita telan adalah saus berkualitas baik.

Untuk itu, kenali dulu ciri-ciri saus sambal palsu yang pelan-pelan bisa membunuh Anda.

Yuk kita simak bersama-sama.

1. Saus sambal palsu biasanya lebih kental ketimbang saus sambal yang asli.

Saking kentalnya, biasanya kita harus menghentakkan botol tiap kali akan menggunakannya.

Sifat kental ini terjadi akibat penambahan pepaya muda ke dalam saus sambal palsu.

2. Saus sambal yang asli biasa terbuat dari cabai dan tomat.

Itu mengapa, warna saus yang wajar harusnya merah ke orange.

Sedangkan, yang palsu biasanya berwarna merah dan sangat mencolok.

3. Untuk rasa, saus sambal palsu terasa lebih ringan.

Itu sebabnya, banyak orang harus menggunakan saus sambal palsu dalam jumlah untuk mendapatkan rasa pedas dan asam yang diinginkan.

4. Melihat kemasan adalah cara paling mudah mengenali apakah saus sambal yang akan Anda konsumsi aman atau tidak.

Jika sudah tertera nomor register dari Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM), maka saus tersebut sangat aman untuk kita konsumsi.

Namun sayangnya, banyak pedagang membeli saus sambal dalam bungkusan refill dan tinggal mengisinya berulang kali ke botol yang sama.

Jadinya, kita tidak bisa memastikan lagi apakah merek pada botol saus sambal sesuai dengan isinya.

Jika Anda penggemar saus sambal sejati, cara paling aman adalah membawa sendiri saus sambal dari rumah.

Memang agak repot, tapi tubuh akan lebih sehat dan pastinya terhindar dari aneka penyakit berbahaya.

Cuka Berlebihan

Cuka juga jadi teman makan bakso paling enak,lo.

Seperti dikutip Tribunnews.com dari Brilio.com, Menurut kitab The Compendium of Materia Medica yang ditulis oleh Li Shizhen sejak zaman dinasti Ming dulu dari Cultural China, bakso adalah jenis makanan yang bahan utamanya terbuat dari daging.

Daging ternyata masuk ke dalam kategori makanan yang dianggap panas bagi tubuh.

Sedangkan, cuka yang punya rasa asam dianggap sebagai makanan hangat, sama seperti alkohol.

Ketika kedua jenis makanan ini dimakan bersamaan, mereka dapat mengoveraktifkan energi sehingga bisa mendistraksi sirkulasi menjadi lebih aktif.

Bahkan mencampurkan cuka saat makan bakso juga bisa berakibat fatal bagi jantung, lo.

Lama kelamaan jika terjadi terus menerus, performa jantung akan menurunkan bahkan membuatnya berhenti bekerja.

Jadi, tambahkan sedikit saja saat makan bakso ya.

Konsumsi dalam batas normal masih sangat wajar, kok.

(sumber: https://intisari.grid.id