Mirip Penyakit Biasa, Ini 6 Gejala Awal Kanker yang Harus Diwaspadai

250 views

Setiap penyakit umumnya disertai dengan gejala yang dapat dirasakan seseorang atau terlihat oleh orang lain. Hal yang sama berlaku juga untuk kanker. Saat kanker berkembang, kanker dapat menekan organ, saraf, dan pembuluh darah di sekitarnya, yang dapat menimbulkan tanda dan gejala tertentu. Bahkan, tumor yang kecil pun dapat menimbulkan gejala pada organ tertentu.

Kabar buruknya, gejala awal kanker umumnya mirip dengan gejala penyakit umum lainnya. Akibatnya, pasien sering mengabaikan gejala ini hingga kanker berkembang seiring waktu, yang bisa menyebabkan keterlambatan diagnosis.

Yuk, simak beberapa gejala awal kanker di bawah ini yang dirangkum dari laman WebMD dan Everyday Health.

1. Adanya darah di kotoran

Kanker bisa menyebabkan adanya darah di kotoran, ini juga bisa disertai dengan banyak hal lainnya, seperti mag, wasir, infeksi, atau sakit. Ketika kamu melihat warna merah di kotoran, darah ini biasanya berasal dari suatu tempat di saluran pencernaan, yang bisa jadi kerongkongan, perut, atau usus.

Salah satu cara mengetahui dari mana darah itu berasal adalah dengan melihat seberapa terang atau gelapnya tampilan darah. Warna merah cerah bisa berarti pendarahan ada di sekitar rektum atau ujung usus. Sementara itu, warna yang lebih gejala berarti mungkin pendarahan terjadi di organ yang letaknya lebih atas.

2. Nyeri di beberapa bagian tubuh

Umumnya, nyeri merupakan tanda bahwa kanker telah menyebar ke dalam tubuh. Akan tetapi, nyeri juga mungkin merupakan gejala awal dari kanker tulang atau kanker testis.

Sakit punggung bisa jadi merupakan tanda individu mengidap kanker kolorektal, pankreas, atau ovarium. Sementara itu, pasien tumor otak umumnya mengeluhkan sakit kepala yang tidak kunjung sembuh.

3. Adanya pembengkakan

Benjolan yang muncul di leher kemungkinan besar disebabkan oleh radang tenggorokan atau infeksi lain. Kemudian, kanker seperti limfoma atau leukemia bisa ditandai dengan membengkaknya kelenjar getah bening.

Sementara itu, kanker payudara yang telah menyebar dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening di ketiak. Oleh sebab itu, jika kamu melihat adanya pembengkakan pada tubuhmu dan tidak hilang dalam seminggu atau lebih, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

4. Demam yang tidak kunjung sembuh

Demam umumnya disebabkan karena kamu terkena infeksi. Namun, beberapa jenis kanker, seperti limfoma, leukemia, serta kanker ginjal dan hati, juga dapat menyebabkan suhu tubuh yang meningkat, sama seperti demam.

Demam yang diakibatkan oleh kanker sering kali naik dan turun pada siang hari, dan terkadang memuncak pada waktu yang bersamaan. Karenanya, kamu wajib menemui dokter jika mengalami demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius yang berlangsung selama beberapa hari.

5. Kelelahan yang ekstrem

Hampir semua jenis penyakit pasti menyebabkan penderitanya jadi mudah kelelahan, termasuk penyakit yang sepele sekalipun, seperti flu misalnya. Ternyata, hal ini berlaku pula bagi kanker.

Kelelahan merupakan salah satu gejala kanker yang paling umum. Wajib diingat, kamu perlu membedakan kelelahan normal yang terjadi akibat banyaknya aktivitas dan kelelahan yang tidak normal.

Jika setelah kamu mengubah tingkat aktivitas atau tidur lebih banyak kelelahan yang kamu rasakan tidak kunjung hilang, segera temui dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

6. Kehilangan nafsu makan

Banyak masalah kesehatan fisik dan mental yang bisa membuat kamu jadi merasa kurang lapar. Begitu pula dengan kanker. Kanker membuat penderitanya jadi kehilangan nafsu makan dengan mengubah metabolisme, yang merupakan cara tubuh mengubah makanan menjadi energi.

Kanker perut, pankreas, usus besar, dan ovarium juga dapat menekan perut dan membuat individu merasa terlalu kenyang untuk makan.

Mengingat kanker memiliki tanda-tanda yang mirip seperti penyakit biasa, alangkah baiknya jika kamu tidak mengabaikan masalah yang terjadi pada tubuhmu, sekecil apa pun itu. Dengan segera memeriksakan kondisimu, dokter akan cepat menemukan penyebab dan melakukan perawatan sedini mungkin, yang akan meningkatkan peluang kesembuhan.

sumber: idntimes.com