Mengenal Defisit Kalori, Metode Diet untuk Menurunkan Berat Badan

284 views

Saat sedang diet untuk menurunkan berat badan, tak sedikit orang yang menerapkan defisit kalori supaya hasil yang didapat efektif.

Metode defisit kalori dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan dengan kalori yang lebih sedikit dibandingkan dengan kalori yang dibakar dalam sehari. Dengan metode ini, program penurunan berat badan bisa optimal.

Apa, sih, sebetulnya defisit kalori dan bagaimana menerapkannya dengan benar? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk!

1. Apa itu defisit kalori?

Melansir Healthline, defisit dilakukan dengan cara mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang kita butuhkan.

Metode ini diketahui cukup berhasil untuk orang yang melakukan program penurunan berat badan, karena kalori yang diperoleh dari makanan dan minuman yang dikonsumsi lebih sedikit dari tenaga yang kita keluarkan.

Sebaliknya, jika kalori yang masuk ke tubuh kita melebihi kalori yang dikeluarkan, hal ini menyebabkan surplus kalori.

2. Penting untuk mengetahui kalori yang dibutuhkan

Ketika menerapkan defisit kalori, sangat penting untuk mengetahui kebutuhan kalori yang kita butuhkan setiap harinya. Hal ini perlu dilakukan karena kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda dan tergantung dari beberapa faktor, seperti berat badan, usia, dan jenis kelamin, dan aktivitas fisik.

Dengan mengetahui kebutuhan kalori, kita bisa memperhitungkan berapa defisit kalori yang pas untuk menurunkan berat badan.

3. Cara menerapkan metode defisit kalori

Setelah mengetahui kebutuhan kalori yang dibutuhkan, kita dapat melakukan metode defisit kalori saat diet. Salah satu cara utamanya adalah mengatur pola makan agar tidak sampai berlebihan.

Menurut keterangan panduan Dietary Guidelines for Americans, pola makan yang sehat dengan sedikit kalori meliputi :

Sayuran
Buah-buahan
Protein seperti daging tanpa lemak, telur, dan kacang kedelai
Minyak zaitun
Susu rendah lemak
Meskipun ingin menurunkan berat badan, asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh harus diperhatikan agar tubuh tetap fit. Beberapa makanan di atas dapat kamu masukkan ke dalam menu diet atau berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menentukan makanan yang pas untuk tubuhmu.

4. Olahraga untuk mendukung program defisit kalori

Bukan hanya menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik secara rutin seperti berolahraga juga penting untuk dilakukan saat menjalankan diet defisit kalori.

Seseorang yang sebelum menjalankan program defisit kalori kurang aktif secara fisik, aktivititas fisiknya tersebut harus ditingkatkan agar pembakaran kalori lebih banyak dari kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan aktivitas fisik yang ringan untuk dilakukan, seperti:

Bersepeda
Jalan cepat
Melakukan pekerjaan rumah
Aktif bermain dengan anak-anak
Semakin tinggi aktivitas seseorang yang dilakukan, maka pembakaran kalori semakin banyak.

5. Risiko defisit kalori

Melakukan defisit kalori terlalu banyak tanpa memperhatikan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Melansir Medical News Today, tubuh kita mempunyai jumlah kalori minimum yang diperlukan untuk beraktivitas dengan baik.

Jika kita melakukan defisit kalori terlalu banyak, akan muncul beberapa masalah kesehatan, seperti:

Menurunkan metabolisme
Mengganggu pemeliharaan massa tulang
Rentan terkena penyakit
Meningkatkan risiko batu empedu
Hati-hati, pola diet yang terlalu berlebihan justru akan menimbulkan masalah kesehatan seperti di atas.

Defisit kalori akan berjalan dengan efektif jika dilengkapi dengan gaya hidup sehat. Pastikan asupan makanan dan aktivitas fisik yang kamu lakukan sesuai dengan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh agar penurunan berat badan dapat berjalan secara efektif, tanpa menimbulkan masalah kesehatan.