5 Fakta Probiotik, Baik untuk Kesehatan Sistem Pencernaan

194 views

Mendengar kata bakteri, sebagian dari kamu akan berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Padahal, tak semua bakteri itu jahat, lho. Ada bakteri baik yang bermanfaat untuk kesehatan, khususnya pencernaan, dan itu adalah probiotik.

Itulah kenapa banyak orang yang mengonsumsi probiotik untuk meningkatkan kesehatan pencernaannya. Berikut ini adalah lima fakta tentang probiotik dan manfaatnya untuk tubuhmu.

1. Apa itu probiotik?

Melansir WebMD, probiotik adalah bakteri hidup yang bermanfaat untuk kesehatan kita, khususnya untuk sistem pencernaan.

Probiotik sering dijuluki bakteri baik karena berbagai manfaatnya bagi tubuh. Saat ini, probiotik bisa didapat melalui makanan, minuman, dan suplemen.

2. Jenis-jenis probiotik

Probiotik mempunyai beberapa jenis dengan manfaat yang berbeda pula. Melansir Healthline, ada dua spesies bakteri probiotik yang umum, yaitu Bifidobacteria dan Lactobacillus.

Bifidobacteria dapat menjaga sistem kekebalan tubuh, memecah laktosa menjadi nutrisi, serta membatasi pertumbuhan bakteri jahat pada usus. Sementara itu, Lactobacillus diketahui dapat menghasilkan asam laktat untuk mengendalikan jumlah atau pertumbuhan bakteri jahat, serta menghasilkan enzim laktase yang berguna untuk memecah laktosa.

Beberapa strain probiotik yang umum dijumpai di pasaran meliputi:

B. animalis
B. breve
B. lactis
L. acidophilus
L. reuteri

3. Mengapa probiotik bermanfaat untuk tubuh kita

Tahu tidak, usus kita dapat menampung kurang lebih 100 triliun mikroorganisme dari sekitar lima ratus spesies berbeda, berdasarkan keterangan dari National Center for Complementary and Integrative Health.

Melansir Healthline, probiotik bekerja dengan cara mengubah komposisi bakteri usus atau aktivitas metabolisme bakteri yang ada. Bakteri baik menyingkirkan bakteri jahat di usus. Ini mencegah bakteri jahat berkembang biak dan menyebabkan infeksi atau peradangan.

Sebagai contoh, terlalu banyak ragi (yeast) dalam tubuh dapat menyebabkan infeksi, tetapi bioma usus yang seimbang akan menjaga ragi pada tingkat yang lebih rendah.

Probiotik mungkin dapat membantu pencernaan dan memungkinkan tubuh untuk mengekstraksi nutrisi dari makanan. Bakteri baik juga dapat menghasilkan enzim atau protein yang menghambat, atau bahkan membunuh, bakteri berbahaya.

Beberapa strain probiotik tertentu juga dapat merangsang sistem kekebalan. Beberapa bakteri diperlukan untuk memproduksi hormon atau vitamin (misalnya vitamin K) dan penyerapan nutrisi. Menurut sebuah laporan dalam Nutrition Journal tahun 2014, perkembangan diabetes tipe 1 pada masa kanak-kanak mungkin terkait dengan peradangan yang berhubungan dengan bioma bakteri usus yang tidak memadai.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American College of Gastroenterology tahun 2011 mengindikasikan bahwa strain probiotik tertentu dapat:

Mendukung pencernaan
Mencegah diare
Meredakan infeksi vagina
Mencegah penyakit autoimun
Meringankan penyakit kulit
Menangkan infeksi saluran kencing
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang merespons probiotik yang sama dengan cara yang sama pula. Beberapa dokter akan menyarankan untuk menggunakan probiotik saat minum antibiotik untuk melawan infeksi tertentu. Ini karena antibiotik membunuh beberapa bakteri baik bersama bakteri jahat, yang dapat menyebabkan diare. Probiotik membantu menjaga atau mengembalikan keseimbangan yang sehat di usus.

4. Yuk, sertakan probiotik ke dalam menu makanmu sehari-hari

Beberapa produk probiotik tersedia di pasaran di antaranya adalah:

Yoghurt
Kefir
Sauerkraut
Acar
Tempe
Miso
Natto
Kimchi
Kombucha
Jenis keju seperti gouda, mozarela, cheddar, dan cottage
Probiotik juga tersedia dalam bentuk suplemen. Namun, amannya sebelum mengonsumsinya konsultasikan dulu dengan dokter.

5. Mengonsumsi probiotik bisa berbahaya untuk orang dengan gangguan kekebalan tubuh

Melansir Health, probiotik bisa berbahaya untuk beberapa orang, khususnya pada orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan (immunocompromised), seperti orang-orang dengan HIV/AIDS atau atau penyakit bawaan tertentu memiliki sistem kekebalan yang lemah. Selain itu, pasien transplantasi dan kanker yang mengonsumsi beberapa jenis obat imunosupresif memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Pada orang-orang tersebut, probiotik bisa berpotensi bahaya. Dikatakan bahwa meski risikonya kecil, tetapi tetap harus diwaspadai. Menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan American Association for Cancer Research tahun 2019 juga mendukung gagasan bahwa probiotik mungkin berbahaya bagi pasien kanker.

Pasien kanker dan dokter harus mempertimbangkan dengan cermat tentang penggunaan suplemen probiotik yang dijual bebas, terutama sebelum memulai pengobatan imunoterapi.

Karena itu, pada kasus seperti itu konsultasi dengan dokter sangat dibutuhkan sebelum mengonsumsi probiotik.

Itulah fakta-fakta yang perlu kamu tahu tentang probiotik. Jangan ragu untuk memasukkannya ke dalam menu makan sehatmu setiap hari, dan variasikan dengan berbagai makanan sehat lainnya agar kebutuhan nutrisi harianmu selalu tercukupi.