Kenali Miokarditis, Peradangan Otot Jantung yang Bisa Sebabkan Stroke

215 views

Miokarditis adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada otot jantung (miokardium). Miokardium bertanggung jawab untuk berkontraksi dan relaksasi untuk memompa darah masuk dan keluar dari jantung, dan ke seluruh tubuh.

Ketika miokardium mengalami peradangan, kemampuannya untuk memompa darah menjadi kurang efektif. Hal tersebut mengakibatkan detak jantung yang tidak normal (aritmia), nyeri dada, atau kesulitan bernapas.

Melansir National Organization for Rare Disorders (NORD), miokarditis paling sering terjadi pada dewasa muda antara usia 20-40 tahun. Namun, anak-anak bisa mengalaminya, dengan persentase yang lebih parah ketimbang orang dewasa, dengan proporsi lebih besar yang memerlukan dukungan peredaran darah mekanis sementara.

Lelaki umumnya lebih rentan mengalami miokarditis dibandingkan perempuan, kemungkinan karena efek testosteron pada reaksi kekebalan terhadap infeksi.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta seputar miokarditis dari mulai pengertian, gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, dan cara mencegahnya.

1. Infeksi virus merupakan penyebab paling umum miokarditis

Dalam banyak kasus, penyebab miokarditis tidak diketahui. Namun, ketika penyebabnya ditemukan, biasanya disebabkan karena infeksi yang telah sampai ke otot jantung, seperti infeksi virus (paling umum), bakteri, parasit, atau jamur.

Ketika infeksi mencoba untuk bertahan, maka sistem kekebalan tubuh melawan balik dan mencoba menyingkirkannya. Ini bisa menghasilkan respons peradangan yang bisa melemahkan jaringan otot jantung.

Beberapa penyakit autoimun seperti lupus (SLE) bisa menyebabkan sistem kekebalan berbalik melawan jantung dan menyebabkan peradangan serta kerusakan miokard.

Sering kali sulit untuk menentukan penyebab miokarditis dengan tepat . Namun, terdapat beberapa penyebab potensial miokarditis seperti:

Virus: menurut keterangan dari Myocarditis Foundation, virus adalah salah satu penyebab paling umum, yaitu Coxsackievirus grup B (enterovirus), human herpesvirus 6, dan parfovirus B19 (yang menyebabkan penyakit kelima). Kemungkinan lain seperti echovirus (diketahui menyebabkan infeksi gastrointestinal), virus Epstein-Barr (menyebabkan infeksi mononukleosis), dan virus rubella (menyebabkan campak jerman).
Bakteri: miokarditis juga bisa terjadi karena infeksi Staphylococcus aureus atau Corynebacterium diptheriae. Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang bisa menyebabkan impetigo dan menjadi strain resisten methicillin (MRSA).Corynebacterium diptheriae merupakan bakteri penyebab difteri, yaitu infeksi akut yang menghancurkan amandel dan sel tenggorokan.
Jamur: jamur yang dapat menyebabkan miokarditis adalah Candida dan Aspergillus, yang biasanya ditemukan pada kotoran burung.

2. Sebagian besar kasus miokarditis diawali dengan gejala seperti flu

Gejala miokarditis bervariasi, tergantung tingkat keparahannya. Beberapa penderitanya bisa memiliki gejala yang hampir tidak terlihat, sementara yang lain bisa sangat parah.

Gejala ringan berhubungan dengan kasus miokarditis yang ringan, sedangkan gejala yang parah mencerminkan proses inflamasi yang signifikan. Pada banyak orang, miokarditis adalah penyakit yang relatif ringan dan bisa sembuh sendiri dengan gejala yang sedikit.

Menurut keterangan dari NORD, sebagian besar kasus miokarditis diawali dengan gejala mirip flu, yang dirasakan selama beberapa hari hingga hitungan minggu. Gejala yang mungkin dialami penderita miokarditis yaitu:

Kelelahan
Sesak napas
Demam
Nyeri sendi
Bengkak pada ekstremitas bawah
Rasa pegal di dada
Dalam kasus yang lebih parah, gejala jantung yang sebenarnya akan muncul. Nyeri atau sakit dada merupakan gejala yang paling menonjol. Jika miokarditis cukup parah hingga menyebabkan gagal jantung, maka sesak napas dan edema (pembengkakan) pada tungkai dan kaki bisa terjadi, dengan disertai semua gejala yang muncul saat seseorang mengalami gagal ginjal.

Terkadang miokarditis bisa membanjiri jantung dan mengakibatkan gagal jantung cepat, parah, dan tidak bisa disembuhkan. Aritmia jantung bisa terjadi selama miokarditis akut. Aritmia ini bisa dari hampir semua jenis, seperti takikardia, brikardia, fibrasi atrium, dan takikardia ventrikal. Aritmia biasanya akan hilang setelah miokarditis akut sembuh.

3. Miokarditis bisa menyebabkan gagal jantung, serangan jantung, dan stroke

Miokarditis kemungkinan bisa menyebabkan kerusakan yang signifikan pada jantung. Respons sistem kekebalan tubuh karena virus atau infeksi lain yang menyebabkan miokarditis bisa mengakibatkan kerusakan penting, seperti bahan kimia tertentu atau penyakit autoimun.

Hal tersebut nantinya bisa menyebabkan gagal jantung dan kematian. Namun, kasusnya jarang terjadi, karena kebanyakan orang yang menderita miokarditis bisa pulih.

Selain gagal jantung, komplikasi lain juga bisa terjadi seperti masalah dengan ritme atau detak jantung, serangan jantung, dan stroke. Dalam kasus yang jarang terjadi, transplantasi jantung yang mendesak kemungkinan akan dibutuhkan.

Melansir Healthline, miokarditis juga dikaitkan dengan kematian mendadak sekitar 9 persen dari autopsi orang dewasa yang mengalami radang otot jantung. Bahkan, jumlah ini naik hingga 12 persen untuk autopsi orang dewasa muda yang menunjukkan peradangan otot jantung.

4. Diagnosis miokarditis

Kenali Miokarditis, Peradangan Otot Jantung yang Bisa Sebabkan Strokepexels.com/LinkedIn Sales Navigator
Meski miokarditis sulit untuk terdiagnosis, tetapi dokter bisa menggunakan beberapa tes untuk mempersempit sumber gejala pasien. Tes ini terdiri dari:

Tes darah: untuk memeriksa tanda infeksi atau sumber peradangan.
Rontgen dada: untuk menunjukkan anatomi dada dan tanda-tanda potensial gagal jantung.
Elektrokardiogram (EKG): untuk mendeteksi detak jantung dan ritme yang tidak normal, yang kemungkinan mengindikasikan otot jantung yang rusak.
Ekokardiogram (pencitraan ultrasonografi jantung): untuk membantu mendeteksi masalah struktural atau fungsional di jantung dan pembuluh di sekitarnya.
Biopsi miokard (pengambilan sampel jaringan otot jantung): dalam beberapa kasus, bisa dilakukan selama kateterisasi jantung untuk memungkinkan dokter memeriksa sepotong kecil jaringan otot dari jantung.

5. Perawatan miokarditis

Perawatan miokarditis tergantung pada sumber dan tingkat keparahan peradangan miokard. Namun, dalam banyak kasus, miokarditis bisa membaik dengan perawatan yang tepat dan pasien akan pulih sepenuhnya. Melansir Healthline, perawatan miokarditis meliputi:

Terapi kortikosteroid untuk membantu peradangan

Obat jantung seperti beta-blocker, ACE inhibitor, atau ARB
Perubahan perilaku seperti istirahat, pembatasan cairan, dan diet rendah garam
Terapi diuretik untuk mengatasi kelebihan cairan
Terapi antibiotik untuk membantu mengobati infeksi jika menderita miokarditis bakterial
Hampir seluruh perawatan di atas bekerja dan meringankan beban kerja jantung, sehingga akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika jantung tidak berfungsi, maka prosedur lain yang lebih invasif bisa dilakukan di rumah sakit.

Implantasi alat pacu jantung atau defibrilator kemungkinan akan dibutuhkan. Akan tetapi, jika jantung sudah sangat rusak, maka kemungkinan dokter akan merekomendasikan transplantasi jantung.

6. Pencegahan miokarditis

Tidak ada pencegahan khusus miokarditis. Namun, mencegah infeksi bisa membantu terhindar dari penyakit ini. Melansir Mayo Clinic, langkah-langkah pencegahannya yaitu:

Hindari orang yang mengidap penyakit virus atau flu sampai sembuh: kalau kamu sedang sakit dengan gejala virus, isolasi diri dan baiknya berupaya untuk tidak menularkan ke orang lain.
Ikuti kebersihan yang baik: cuci tangan secara teratur bisa membantu mencegah penyebaran penyakit.
Hindari perilaku berisiko: untuk mengurangi risiko terkena infeksi miokard terkait HIV, sebaiknya praktikkan seks aman dan jauhi narkoba.
Minimalkan paparan kutu: jika kamu menghabiskan waktu di area yang dipenuhi kutu, sebaiknya kenakan baju lengan panjang dan celana panjang untuk menutupi kulit sebanyak mungkin. Selain itu, oleskan juga penolak kutu atau serangga yang menggunakan DEET.
Mendapatkan vaksin: dapatkan vaksin yang direkomendasikan untuk melindungi diri dari penyakit seperti rubella dan influenza, penyakit yang bisa menyebabkan miokarditis.

7. Prospek miokarditis

Prospek miokarditis sebagian besar adalah positif. Menurut keterangan dari Myocarditis Foundation, kemungkinan miokarditis akan kambuh lagi yaitu sekitar 10-15 persen. Kebanyakan pasien bisa sembuh dan tidak memiliki efek samping jangka panjang.

Itulah deretan fakta medis seputar miokarditis, peradangan pada otot jantung. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejalanya. Diagnosis dini dan perawatan yang tepat bisa meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah komplikasi fatal.