Sebabkan Kebutaan pada Bayi Baru Lahir, Ini 5 Fakta Penyakit Norrie

133 views

Penyakit Norrie adalah kelainan genetik langka bisa yang menyebabkan kebutaan pada bayi baru lahir, umumnya pada bayi laki-laki. Diperkirakan, penyakit ini pertama kali dilaporkan oleh seorang dokter spesialis mata Denmark bernama Norrie pada tahun 1927, saat ia meneliti penyebab kebutaan di Denmark.

Tak hanya menyebabkan gangguan penglihatan, penyakit Norrie juga bisa menyebabkan gejala lain seperti gangguan pendengaran dan kelainan kognitif. Nah, untuk lebih lengkapnya, berikut fakta-fakta tentang penyakit Norrie yang perlu kamu ketahui.

1. Penyakit Norrie adalah gangguan penglihatan akibat lepasnya retina

Penyakit Norrie adalah masalah penglihatan akibat lepasnya retina dari jaringan pendukung yang mendasarinya (retinal detachment). Kondisi ini terjadi sebelum bayi lahir, sehingga menyebabkan kebutaan saat lahir atau beberapa waktu setelahnya, biasanya pada usia 3 bulan.

Menurut keterangan dari National Organization for Rare Disorders (NORD), retinal detachment menyebabkan massa kuning keabu-abuan berkembang di belakang lensa mata. Massa ini terdiri dari sel retina yang belum matang dan mungkin terlihat beberapa hari setelah lahir atau berbulan-bulan kemudian.

Adanya massa di belakang lensa mata ini menyebabkan pupil tampak putih pada beberapa cahaya, yang disebut refleks leukokoria atau “mata kucing”. Ini merupakan salah satu tanda dari perkembangan penyakit Norrie.

2. Kelainan ini disebabkan oleh mutasi genetik

Penyakit Norrie terjadi karena mutasi gen NDP yang terletak pada kromosom X. Gen NDP menyandi protein norrin yang berperan dalam perkembangan sel dan jaringan. Hal ini diyakini penting untuk perkembangan pembuluh darah (angiogenesis), khususnya yang memasok darah ke retina dan koklea telinga bagian dalam.

Norrin adalah ligan esensial untuk reseptor frizzled-4 dari jalur Wnt cascade, yang berkontribusi pada perkembangan spesialisasi sel. Mutasi pada gen NDP dapat mencegah protein bekerja dengan benar.

Melansir Verywell Health, dijelaskan bahwa protein norrin tampaknya juga berperan dalam spesialisasi sel retinal karena kemampuan sensoriknya yang unik. Norrin juga terlibat dalam pembentukan suplai darah ke jaringan retina dan telinga bagian dalam, serta perkembangan sistem tubuh lainnya.

Penyakit Norrie adalah kelainan genetik yang terkait kromosom X, yang mana hanya diwariskan oleh seorang ibu yang seorang pembawa (carrier) kepada anak laki-lakinya. Sementara itu, anak perempuan hanya bisa mewarisi sifat carrier-nya saja tanpa menderita gejala atau hanya menunjukkan gejala ringan.

3. Gejala yang timbul bisa berupa mata kabur atau tertutup katarak

Menurut keterangan dari NORD, mata anak yang terkena penyakit Norrie biasanya mengalami perubahan yang progresif. Lensa mata bayi yang mungkin awalnya jernih, perlahan menjadi kabur atau keruh, atau umum disebut katarak.

Penyusutan bola mata juga dapat terjadi, yang sering kali terlihat pada anak usia 10 tahun. Selanjutnya, lensa mata bisa sepenuhnya tertutup oleh katarak.

Pada 80 hingga 99 persen kasus, gejala penyakit Norrie juga ditemukan pada fitur wajah, seperti mata tertutup tidak normal, mata yang dalam, jembatan hidung sempit, dan telinga yang lebih besar dari pada umumnya.

Beberapa penderita juga dilaporkan mengalami masalah pendengaran progresif karena adanya kelainan pada telinga bagian dalam. Beberapa juga menunjukkan kelainan kognitif, seperti keterlambatan perkembangan, perilaku agresif dan regresi, serta cacat intelektual mulai ringan hingga sedang.

4. Diagnosis penyakit Norrie

Untuk menegakkan diagnosis penyakit Norrie, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan, gejala, dan tes laboratorium yang menyeluruh. Sementara untuk mengonfirmasi hasil temuan, biasanya dilakukan uji genetik molekuler untuk mengetahui adanya mutasi genetik.

5. Pengobatan

Belum ada standar khusus untuk perawatan penyakit Norrie. Namun, pengobatan biasanya diarahkan pada gejala spesifik yang terlihat pada setiap penderita. Misalnya pembedahan untuk mengangkat katarak atau memasang kembali retina untuk mencegah penyusutan bola mata.

Upaya koordinasi antar tim dokter termasuk dokter spesialis mata, ahli genetika, ahli saraf, audiolog, dan lainnya mungkin juga diperlukan. Karena penyakit ini merupakan penyakit sistemis yang menyebar memengaruhi bagian tubuh yang lain.

Itulah beberapa fakta tentang penyakit Norrie, penyakit langka akibat kelainan genetik yang bisa menyebabkan kebutaan pada bayi yang baru lahir. Menyediakan layanan pendidikan khusus atau terapi mungkin dibutuhkan untuk mengatasi masalah perilaku yang muncul dan mencapai potensi maksimal pasien.

sumber: idntimes.com