8 Kebiasaan yang Berakibat Osteoporosis Dini

188 views

Kamu tentunya sudah gak asing lagi bukan dengan istilah osteoporosis? Nah, osteoporis merupakan kondisi berkurangnya kepadatan tulang sehingga menyebabkan tulang menjadi keropos dan rapuh.

Jika berbicara tentang osteoporosis ada berbagai faktor nih, yang dapat mempengaruhi seperti usia, riwayat keluarga, pengaruh obat , bahkan kebiasaan sehari-hari. Osteoporosis umumnya menyerang orang yang lanjut usia. Namun, jangan salah penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, lho! Tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia muda. Gak mau hal kan itu terjadi?

Dari berbagai faktor tersebut ada satu hal yang bisa kamu kendalikan adalah gaya hidup atau kebiasaan sehari-hari yang tanpa kamu sadari dapat memicu osteoporosis. Oleh Sebab itu, penting bagi kamu mengenali sejak dini kebiasaan-kebiasan tersebut agar segera bisa menghindarinya.

1. Merokok

Kebiasaan yang satu ini memang sudah dikenal dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan jantung dan paru-paru. Namun, bukan hanya itu saja. Ternyata merokok juga dapat menyebabkan osteoporosis, lho!

Melansir dari laman Spine Health, bahwa merokok dapat berisiko menyebabkan osteoporosis. Dalam sebuah penelitian, merokok telah terbukti menyebabkan:

Kurangnya suplai darah ke tulang
Memperlambat produksi sel pembentuk tulang
Menganggu penyerapan kalsium
Kurangnya efek perlindungan dari terapi penggantian estrogen
Oleh sebab itu, bagi mereka yang merokok cenderung memiliki tulang yang lemah, sehingga lebih mudah mengalami cedera terkait olahraga, seperti patah tulang atau keseleo. Ketika mereka mengalami patah tulang, hal itu butuh waktu lebih lama untuk sembuh. Jika mengalami pembedahan diperlukan untuk memperbaiki tulang yang retak, maka orang yang merokok kemungkinan besar akan mengalami masa pemulihan yang lebih lama dan risiko komplikasi yang lebih besar setelah pembedahan, daripada orang yang tidak merokok.

Kebiasaan yang satu ini memang sulit dihentikan, apalagi bagi perokok aktif. Meskipun begitu, lebih baik mulai mengurangi dan menghentikan kebiasaan merokok untuk menghindari risiko berbagai penyakit berbahaya dikemudian hari.

2. Tubuh kurang mendapat sinar matahari

Siapa nih, yang gak suka terkena sinar matahari? Tahukah kamu jika jarang terkena sinar matahari juga bisa menjadi salah satu penyebab osteoporosis, lho! Secara umum diketahui bahwa kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang keropos. Karena vitamin D tidak seperti kalsium yang bisa dengan mudah ditemui dalam berbagai makanan. Nah, sinar matahari menjadi sumber vitamin D yang berfungsi untuk membantu tubuhmu menyerap kalsium dan diperlukan untuk menjaga kekuatan tulang.

Melansir dari laman Healthline, dalam sebuah studi baru tentang struktur tulang seseorang yang kekurangan vitamin D mengungkapkan sebuah perubahan secara dramatis meningkatkan risiko patah tulang.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Science Translational Medicine, para peneliti Jerman menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat meningkatkan terjadinya patah tulang hingga 31 persen.

Begitupun menurut National Institutes of Health (NIH), bahwa kekurangan vitamin D dan kalsium dapat menyebabkan tulang lunak, tipis, dan rapuh, bahkan terjadinya suatu kondisi yang dikenal sebagai rakhitis pada anak-anak dan osteoporosis pada orang dewasa. Bahkan lebih dari 40 juta orang menderita osteoporosis yang menyebabkan massa tulang menjadi rendah.

Namun, perlu kamu ingat jika terkena sinar matahari secara berlebihan malah dapat menyebabkan kanker kulit. Oleh sebab itu pakai tabir surya agar kulit terlindungi dan kulitmu tetap terhidrasi. Lebih baik berjemur di sinar matahari pada pagi hari sekitar 5-15 menit.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menganjurkan untuk membatasi waktu di bawah sinar matahari tengah hari, karena sinar UV matahari paling kuat sekitar jam 10 pagi hingga 4 sore. Sedapat mungkin, batasi paparan sinar matahari selama jam-jam ini.

3. Malas bergerak dan olahraga

Berikutnya, kebiasaan “mager” alias malas gerak dan malas berolahraga juga menjadi faktor pemicu osteoporosis. Bagaimana tidak? Olahraga dari dulu memang dikenal dapat memperkuat tulang. Nah, jika kamu malas bergerak dan malas untuk berolahraga akan membuat tulangmu menjadi lebih mudah rapuh dan keropos.

Melansir dari laman Health Day, sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang yang mendapatkan cukup latihan olahraga yang tepat, dapat memiliki tulang hingga 10 persen lebih tebal daripada tulang orang yang jarang berolahraga. Mungkin kedengarannya tidak banyak, tetapi peningkatan kepadatan tulang dalam jumlah yang sedikit saja sangat mampu mengurangi risiko patah tulang.

Adapun, sebuah penelitian di Turki, menemukan bahwa jalan kaki secara teratur dapat meningkatkan keseimbangan wanita penderita osteoporosis. Jika kamu memilih latihan dengan bijak dan tetap berhati-hati dalam olahraga. Hal itu akan berdampak baik bagi kesehatan tulangmu.

Yuk, mulai sekarang luangkanlah waktu untuk berolaharaga. Tidak perlu olahraga secara berat, kamu bisa memulai olahraga ringan seperti berjalan kaki, jogging ataupun yoga. Intinya jangan malas bergerak, ya!

4. Minum alkohol secara berlebihan

Minuman alkohol terkenal sebagai minuman yang dapat memberi efek mabuk jika dikonsumsi secara berlebihan, bahkan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Nah, jika kamu sayang dengan kesehatan tulangmu sebaiknya bagi kamu yang gemar minum alkohol, mulai sekarang kurangi kebiasaan tersebut. Karena mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan osteoporosis.

Melansir dari WebMD, bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak akan berisiko pada kesehatan tulang. Penelitian menunjukkan bahwa pengguna alkohol berat secara kronis, terutama selama masa remaja dapat mempengaruhi kesehatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis di kemudian hari.

Kalsium adalah nutrisi penting untuk kesehatan tulang, dan alkohol adalah musuhnya. Primal Kaur, MD, spesialis osteoporosis di Temple University Health System di Philadelphia, berkata bahwa
Alkohol memiliki banyak efek pada kalsium. Kondisi tulang memburuk karena tidak cukup kalsium yang masuk ke tulang, karena tubuh melepaskannya dari tulang.”
Ketika kamu minum terlalu banyak alkohol mulai 2 hingga 3 ons alkohol setiap hari, perut tidak akan menyerap kalsium secara memadai. “Alkohol akan mengganggu sistem pankreas dan penyerapan kalsium hingga vitamin D. Selain itu, alkohol juga mempengaruhi hati, yang penting untuk mengaktifkan vitamin D untuk penyerapan kalsium.” Jelas Kaur.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa alkohol menurunkan kadar estrogen yang dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur. Saat estrogen menurun, pembentukan tulang menjadi lambat dan menyebabkan keropos tulang. Jika wanita berada di tahun-tahun menopause, hal ini menyebabkan tulang semakin keropos dan terjadi secara alami, kata Kaur.

Adapun peningkatan dua hormon yang berpotensi merusak tulang, kortisol dan hormon paratiroid. Kadar kortisol tinggi terdapat pada orang yang mengkonsumsi alkohol yang menyebabkan menurunnya pembentukan tulang dan meningkatkan kerusakan tulang. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga meningkatkan hormon paratiroid, yang melepaskan kalsium dari tulang, katanya.

5. Terlalu sering mengkonsumsi minuman bersoda

Minuman yang rasanya manis dan memberikan rasa segar ini sering menjadi pilihan banyak orang untuk melepas dahaga. Namun, siapa sangka jika terlalu sering mengkonsumsi minuman bersoda malah dapat memicu risiko osteoporosis, lho!

Melansir dari laman WebMD, para peneliti di Tufts University, melakukan penelitian terhadap beberapa pria dan wanita, menemukan bahwa wanita yang minum soda secara teratur selama tiga atau lebih dalam sehari akan memiliki kepadatan mineral tulang hampir 4 persen lebih rendah di pinggul, meskipun para peneliti mengontrol kalsium dan asupan untuk vitamin D.

Adapun menurut Joel Fuhrman, MD, mengungkapkan bahwa wanita yang minum lebih dari 20 botol soda diet per minggu dapat menganggu dan memicu hormon paratiroidnya meningkat. Peningkatan tersebut akan menyebabkan kalsium di dalam darah dan memicu terjadinya pelepasan kalsium dari tulang. Hal tersebut yang menyebabkan massa dari tulang berkurang. Selain itu, ditemukan juga pengeluaran kalsium urin pada wanita tersebut, yang menyebabkan densitas tulang menurun.

6. Terlalu sering minun kopi

Minum kopi menjadi kebiasaan banyak orang untuk memulai pekerjaan di pagi hari karena dapat meningkatkan stamina dan menghilangkan rasa kantuk akibat kandungan kafein dalam secangkir kopi. Selain manfaatnya, tahukah kamu menurut penelitian bahwa terlalu sering mengkonsumsi kafein dapat menyebabkan osteoporosis.

Melansir dari laman WebMD, bahwa kafein dapat menghilangkan kalsium dari tulang. Seorang profesor human nutrition di Washington State University, Spokane, Linda K. Massey, PhD, RD, mengatakan bahwa,

“Kamu akan kehilangan sekitar 6 miligram kalsium untuk setiap 100 miligram kafein yang dicerna.”
Selain itu, kafein akan menjadi masalah khusus ketika seorang wanita tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup setiap hari. Namun, kamu bisa membatasi asupan kafein hingga 300 miligram sehari, dengan mencukupi kebutuhan kalsium yang cukup untuk mengimbangi kerugian yang disebabkan kafein, kata Massey.

7. Mengonsumsi daging merah berlebihan

Daging merah adalah salah satu protein hewani yang baik dan menjadi sumber energi bagi tubuh. Namun perlu kamu ketahui, mengkonsumsi daging merah secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan tulang dan menyebabkan osteoporosis, lho!

Melansir dari laman Organic Authority, baru-baru ini National Institutes of Health (NIH) mulai menguji efek konsumsi daging pada kesehatan tulang. Tindakan yang mereka pelajari termasuk ekskresi asam dan kalsium urin. Dua faktor tersebut menunjukkan keasaman yang disebabkan oleh protein hewani dan pencucian kalsium dari tubuh untuk menahannya saat keluar. Para peneliti menemukan, bahwa mereka yang makan daging memiliki lebih banyak kalsium yang keluar dari tubuh mereka daripada para vegan. NIH, menyimpulkan bahwa model konsumsi daging ini dapat menyebabkan jumlah pembentukan tulang yang lebih rendah pada pemakan daging, serta penurunan kepadatan tulang dalam jangka panjang.

Studi tambahan juga menunjukkan korelasi antara konsumsi daging merah dengan kesehatan tulang yang terganggu, mulai dari peningkatan risiko patah tulang pinggul, patah tulang lengan, dan peningkatan kehilangan kepadatan tulang. Dalam penelitian tertentu, tulang tampaknya mendapat manfaat dengan mengganti beberapa protein hewani dengan protein nabati.

Adapun sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Advances in Nutrition pada tahun 2017, menemukan bahwa mengurangi konsumsi daging merah olahan memiliki dampak positif pada kesehatan tulang. Namun, bukan berarti kamu tidak bisa menikmati hidangan yang lezat ini. Kamu tetap bisa mengkonsumsi daging merah dua kali seminggu dan membatasi empat hingga enam ons per sajian.

8. Berlebihan mengonsumsi makanan asin

Bagi penggemar makanan asin, tentunya belum lengkap jika makanan gak dibumbui dengan garam, bukan? Jika masih dalam porsi wajar tentunya tidak masalah. Namun, jika mengkonsumsi garam secara berlebihan malah akan menyebabkan tubuhmu melepaskan kalsium, hal ini berbahaya bagi tulang dan berisiko menyebabkan osteoporosis.

Melansir dari laman Life Balance, seorang ahli endokrinologi bernama Felicia Cosman, seorang profesor kedokteran klinis di Universitas Columbia di New York dan juru bicara National Osteoporosis Foundation, menjelaskan dan menyarankan pengaturan asupan garam.

“Garam akan menyebabkan ekskresi kalsium yang berlebihan melalui ginjal. Jaga agar asupan garam tidak lebih dari 2300 miligram sehari, dan kamu akan baik-baik saja.”
Selain itu, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS memperingatkan bahwa jika kamu memiliki penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, kamu mungkin perlu membatasi asupan garam lebih lanjut.

Well, itulah tadi kebiasaan sehari-hari yang bisa menyebabkan osteoporosis. Jadi, penting sekali untuk kamu mengenali sejak dini agar mulai menghentikan kebiasaan diatas yang mungkin saja sering kamu lakukan. Perlu diingat juga, bahwa penyakit osteoporosis tidak terjadi begitu saja secara tiba-tiba. Namun, terjadi dalam jangka waktu yang panjang dikemudian hari. Makadari itu lebih baik mencegah daripada mengobati.Yang terpenting sekarang, mulai lakukan pola hidup sehat, tetap cukupi asupan kalsium dan vitamin D serta jangan malas bergerak, ya!