Wisata Pulau Di jepang Yang Hanya Boleh Di Kunjungi Oleh Pria

108 views

Jepang adalah negara kepulauan dengan jumlah ribuan pulau. Dari banyaknya pulau tersebut, ada satu pulau unik yang tak boleh dikunjungi oleh wanita, yaitu Pulau Okinoshima.
Apa alasannya? Menurut info yang dihimpun oleh detikcom, larangan gender yang diterapkan di Pulau Okinoshima itu sudah menjadi tradisi secara turun temurun layaknya cerita rakyat.

Okinoshima yang terletak di Prefektur Fukuoka ini merupakan rumah bagi salah satu dari tiga kuil Munakata Taisha yang terkait dengan Kota Munakata. Tujuan pembangunan kuil itu sendiri adalah untuk mendoakan keselamatan para pelaut. Katanya, seorang perempuan bisa berubah menjadi batu apabila mendekati Kuil Munakata Taisha Okitsumiya ini, yang sudah ada sejak abad ke-17.

Sebenarnya, pada umumnya tak ada satu pun dari masyarakat umum yang boleh masuk ke pulau ini. Namun, setiap tahun diadakan sebuah festival kecil pada tanggal 27 Mei dan sekitar 200 orang pria diizinkan untuk mengunjungi pulau ini. Alasannya, untuk mengenang prajurit Jepang yang meninggal saat perang di Laut Jepang di tahun 1905. Wanita dilarang untuk berkunjung dengan alasan apa pun.

Sementara bagi kaum pria yang ingin mendekati situs tersebut, harus terlebih dulu menanggalkan pakaiannya. Pengunjung ini juga harus disucikan lebih dulu dengan upacara formal.

Walau tertutup dan dikhususkan untuk pengunjung pria Shinto, Pulau Okinoshima telah menjadi salah satu Situs Warisan Dunia ke UNESCO.

Selain dikunjungi kaum awam, Pulau Okinoshima juga memiliki pantangan lain. Yakni, pengunjung dilarang membawa cendera mata apapun maupun menceritakan rincian tentang kunjungannya setelah meninggalkan pulau itu.

Menurut sumber lainnya, konon ada seorang pendeta Shinto tinggal di Pulau Okinoshima. Pulau Okinoshima sudah digunakan untuk ritual mendoakan kapal-kapal yang berlayar berdagang dengan Korea dan Cina, seperti dilaporkan koran Japan Times.

Ada sekitar 80.000 artefak yang dibawa ke Pulau Okinoshima sebagai persembahan dari luar negeri. Artefak-artefak itu antara lain pedang, cermin, maupun termasuk beberapa cincin emas dari Semenanjung Korea.