Kisah Sedih Wanita yang Saat Menikah Sampai Cerai Terus Alami KDRT

243 views

Jakarta – Penderitaan wanita 32 tahun ini belum selesai juga meski sudah ketuk palu perceraian. Siska (bukan nama sebenarnya) masih mengalami kekerasan oleh mantan suaminya walau sudah resmi bercerai.

Wanita yang menikah selama empat tahun itu sudah berada di berbagai titik terendah dalam pernikahannya. Delapan bulan menikah Siska sudah mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Pertama kali kejadian KDRT tersebut, Siska mengaku memaklumi sikap Riza (bukan nama sebenarnya).

“Aku berantem karena saat itu dia tidak bekerja, aku minta buat dia cari kerja. Tapi dia malah emosi. Aku ditonjok di bagian hidup, setelah itu dia memukul kaca sampai tangannya berdarah. Saat itu yang aku pikirkan mungkin dia emosi karena belum dapat kerja, dan akunya yang terlalu menuntut, justru aku yang ada perasaan bersalah,” ucap Siska saat dihubungi Wolipop, Jumat (20/9/2019).

Rumah tangga Siska kembali adem ayem setelah Riza mendapatkan pekerjaan. Namun baru merasakan kehangatan rumah tangga, badai kembali datang. Riza berselingkuh dengan teman kerjanya. Siska lagi-lagi mendapatkan kekerasa setelah mengkonfrontasi perselingkuhan Riza.

Ada perasaan ingin pisah saat itu, namun Siska memikirkan kedua anaknya. Selain itu, ada perasaan yang membuat Siska bingung dengan kondisi rumah tangganya, hal itu karena ucapan-ucapan Riza yang manipulatif.

“Dia bilang nggak usah ceritain masalah rumah tangga ke orang lain. Riza mengatakan bahwa ‘kamu malah diketawain sama orang kalau kamu cerita-cerita, orang nggak ada yang peduli dengan masalah kamu. Makanya kamu nurut, kalau kamu nurut, aku nggak bakal kasar,'” ucapnya.

Perselingkuhan kedua kembali terjadi lagi. Riza sudah tidak pernah pulang selama satu bulan. Lewat seorang teman, Siska mengetahui keberadaan Riza. Siska kemudian mengkonfrontasi saat Riza tengah bersama wanita selingkuhanya.

“Kita ribut di mobil. Pipiku ditonjok, paha ditendang, kaki diinjek. Mukaku sudah bengap, bibir, kaki berdarah dan luka-luka di badan karena cakaran. Anak-anakku liat dia mukulin aku. Dan saat itu juga aku sudah memutuskan untuk bercerai. Aku lapor polisi karena kekerasannya dan visum,” kenang Siska.

Riza dan keluarganya sempat memohon untuk Siska mencabut berkas laporan. Namun Siska sudah terlalu sakit hati dengan sikap suaminya. Setelah beberapa bulan setelahnya, keduanya pun bercerai.

Setelah perceraian, Siska ganti nomor ponsel sampai pindah kerja karena dulu Riza masih sering tiba-tiba datang ke kantor. Sampai akhirnya kejadian memilukan kembali terjadi lagi pada April 2019 lalu. Riza tiba-tiba datang ke rumah Siska yang saat itu pintu rumahnya tidak dikunci.

“Waktu itu dia mau minta kartu keluarga. Setelah aku kasih, aku suruh dia keluar. Dia kesal karena aku usir. Dia dorong-dorong aku. Saat itu aku mikir, aku bakal mati di tangan dia kalau aku nggak ngelawan. Sekuat tenaga, aku dorong dia sampai keluar dari rumah. Kami ribut di luar. Dia nonjok aku sampai bibir berdarah, dada sampai tangan ada cakaran dia sampai bajuku robek-robek karena dia narik-narik. Untungnya sudah di luar rumah, ada tetangga yang datang, ibuku juga ada karena rumah kami bersebelahan,” cerita Siska.

Siska kemudian melapor ke polisi. Yang disayangkan Siska, kasus KDRT seperti ini kurang ditanggapi serius oleh polisi. Sampai saat ini kasus tersebut masih dalam proses, mantan suaminya pun belum ditangkap. Namun setelah kejadian tersebut, Riza tidak pernah lagi menghubunginya. Meski begitu, Siska masih ada kekhawatiran jika Riza tiba-tiba kembali datang dan menerornya.

sumber: wolipop.detik com